LAMPUNG — Tur dunia Arirang milik BTS menembus penjualan tiket kumulatif hampir Rp9 triliun, menjadikannya grup pop pertama di dunia yang melampaui angka tersebut. Billboard mencatat BTS menjadi grup ketujuh yang mencapai pencapaian itu, setelah enam grup sebelumnya semuanya band rock. Dengan sekitar 40 konser tersisa, proyeksi pendapatan tur ini disebut bisa menyentuh Rp17,8 triliun.
Laporan Billboard yang mengutip data Boxscore terbaru menempatkan BTS sebagai grup pop pertama yang melewati ambang US$500 juta (sekitar Rp9 triliun) dari penjualan tiket konser. Pencapaian itu datang hanya beberapa bulan setelah tur dunia Arirang dimulai di Korea Selatan pada April lalu, dan rangkaian konsernya masih panjang.
Sebelum BTS, hanya enam grup lain yang pernah menyentuh angka tersebut. Billboard menegaskan keenamnya adalah band rock, tanpa merinci nama-namanya.
Pendorong Utama: 12 Konser Agustus
Lonjakan terbesar datang dari rangkaian konser pada Agustus. Dalam satu bulan itu, sekitar empat bulan setelah tur dibuka, BTS menggelar 12 konser yang menarik sekitar 800.000 penggemar.
Penjualan tiket dari 12 pertunjukan tersebut mencapai US$171,7 juta atau sekitar Rp3 triliun. Angka itu mengantar BTS ke puncak chart Top Tours bulanan Billboard untuk kelima kalinya.
Meski begitu, catatan tersebut masih menempatkan BTS di belakang Bad Bunny yang sudah 10 kali menduduki posisi nomor satu. Beyonce, Coldplay, dan Elton John masing-masing tujuh kali berada di puncak chart yang sama.
Pendapatan Bulanan Tertinggi Kedua
Pendapatan BTS pada Agustus juga tercatat sebagai total bulanan tertinggi kedua dalam sejarah Billboard Boxscore. Posisi teratas masih dipegang Beyonce lewat angka yang dicatatnya pada Agustus 2023.
Konsistensi angka ini yang membuat tur Arirang berbeda dari kebanyakan tur grup pop. Penjualan tiketnya tidak hanya besar di satu atau dua kota, tetapi tersebar merata di sepanjang rangkaian konser.
Proyeksi Rp17,8 Triliun dengan 40 Konser Tersisa
Billboard memproyeksikan tur dunia Arirang masih bisa meraup pendapatan hingga US$1 miliar atau sekitar Rp17,8 triliun. Proyeksi itu dihitung dengan sekitar 40 konser yang belum digelar.
Artinya, angka Rp9 triliun yang sudah dikantongi BTS baru sekitar separuh dari potensi akhir tur. Setiap konser tambahan berpeluang mendorong posisi grup berisi tujuh member ini makin jauh di daftar pencapaian Boxscore.
Pencapaian BTS menegaskan posisi K-pop sebagai kekuatan ekonomi di industri tur global, bukan sekadar fenomena streaming. Bagi pasar musik Asia, rekor ini menjadi tolok ukur baru soal seberapa besar daya tarik konser grup pop di panggung dunia.