Pencarian

BNPB Kerahkan Helikopter Water Bombing Padamkan Karhutla TN Way Kambas, Api Masuk Kawasan Pusat Latihan Gajah

Jumat, 25 September 2026 • 16:31:01 WIB
BNPB Kerahkan Helikopter Water Bombing Padamkan Karhutla TN Way Kambas, Api Masuk Kawasan Pusat Latihan Gajah
Helikopter water bombing diterbangkan dari Bandara Radin Inten untuk memadamkan titik api di TNWK.

LAMPUNG TIMUR — Sebanyak 1 helikopter water bombing diterbangkan dari Bandara Radin Inten untuk menangani titik api di kawasan TNWK yang tidak mampu dijangkau tim darat. Permintaan bantuan disampaikan Gubernur Lampung melalui surat resmi ke BNPB, menyusul laporan bahwa jarak titik kebakaran ke sumber air dan jaringan selang terlalu jauh.

Kepala BPBD Lampung Aswarodi menyatakan operasi udara menjadi satu-satunya opsi yang tersisa setelah tim gabungan kesulitan menembus lokasi kebakaran terbaru.

"Karena kebakarannya sangat jauh untuk dijangkau dan titiknya tidak bisa dijangkau oleh selang, maka akhirnya Pak Gubernur bersurat kepada BNPB untuk meminta bantuan support heli water bombing. Hari ini akan dilepas melalui Bandara Radin Inten untuk melakukan penanganan karhutla di TN Way Kambas," ujar Aswarodi, Jumat (25/9/2026).

Api Masuk Kawasan Inti Pusat Latihan Gajah

Kebakaran terbaru di TNWK terdeteksi pada Rabu, 23 September 2026, sekitar pukul 11.00 WIB. Api muncul di sekitar area proyek pembangunan kandang gajah jantan, lalu membakar semak belukar, ilalang, hingga pohon mentru.

Luas lahan yang terdampak diperkirakan mencapai sekitar lima hektare. Kobaran api menyasar kawasan inti yang menjadi bagian dari Pusat Latihan Gajah (PLG) di Kecamatan Labuhan Ratu.

Tim gabungan sebenarnya langsung diterjunkan ke lokasi untuk memadamkan api dan mencegahnya meluas. Namun medan yang berat membuat penanganan darat berjalan lambat.

Mengapa Pemadaman Darat Tak Lagi Efektif

Titik panas yang terus berpindah membuat pola penanganan di lapangan berubah-ubah. Menurut Aswarodi, tim masih bisa menuntaskan titik api yang dekat dengan sumber bor dan selang.

Kondisi berbeda terjadi pada kebakaran terbaru. Jaringan selang pemadam berada terlalu jauh dari titik api, sehingga petugas tidak bisa menjangkau kobaran yang membesar.

"Karena titik hotspot itu pindah-pindah terus. Kalau yang dekat dengan titik sumber bor dan selang, langsung tuntas. Kalau yang kebakaran kali ini, tim sudah menyerah karena titik selang-selangnya itu saking jauhnya tidak terjangkau. Jadi susah," katanya.

Upaya manual dengan semprotan punggung tetap dilakukan petugas. Aswarodi menilai metode itu tidak cukup untuk menghadapi api besar di lokasi sulit diakses.

"Yang paling memungkinkan bisa dilakukan pemadaman hanya manual pakai semprotan yang di punggung, tapi ini tidak efektif. Kecil semprotannya berbanding dengan api yang besar. Makanya butuh support dari udara ini," ujarnya.

Helikopter Diminta Siaga hingga Api Mati

Pemerintah daerah meminta helikopter water bombing tetap bersiaga sampai kondisi kebakaran benar-benar terkendali. Aswarodi berharap operasi udara bisa mempercepat pemadaman.

"Helikopternya kita minta untuk terus bersiaga. Kita minta sampai selesai, sampai apinya mati," kata Aswarodi.

Ia menargetkan penanganan karhutla di TNWK tuntas dalam waktu satu hingga dua hari. "Mudah-mudahan satu hingga dua hari selesai," ujarnya.

Kawasan TNWK sebelumnya juga berulang kali dilanda kebakaran hutan dan lahan. Kali ini api menyasar area proyek pembangunan kandang gajah jantan, bagian dari kawasan inti PLG yang dikelola untuk pelatihan gajah Sumatra.

Follow poroslampung.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kupastuntas.co

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks