Pencarian

Pertamina dan Pemprov Lampung Pantau 4 SPBU Bandarlampung, Stok Pertalite Naik 200 KL per Hari

Selasa, 22 September 2026 • 10:05:31 WIB
Pertamina dan Pemprov Lampung Pantau 4 SPBU Bandarlampung, Stok Pertalite Naik 200 KL per Hari
Petugas Pertamina dan Dinas ESDM Provinsi Lampung memantau penyaluran BBM di SPBU Jalan Ahmad Yani, Bandarlampung.

Pertamina Patra Niaga bersama Dinas ESDM Provinsi Lampung memantau penyaluran BBM di empat SPBU Kota Bandarlampung untuk memastikan stok biosolar, pertalite, dan pertamax tersedia bagi masyarakat. Penyaluran pertalite di Lampung meningkat sekitar 10 persen atau 200 kilo liter per hari sejak Mei 2026, dari sebelumnya 2.000 KL menjadi 2.200 KL per hari. Pemantauan juga tidak menemukan pelanggaran dalam penyaluran BBM di lapangan.

BANDARLAMPUNG — Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Lampung, Budhi Darmawan, menyatakan pemantauan dilakukan untuk memastikan ketersediaan stok dan kelancaran pelayanan BBM kepada masyarakat. Hasil pengecekan di empat SPBU menunjukkan stok biosolar, pertalite, dan pertamax tersedia.

Antrean kendaraan di sejumlah SPBU masih ditemukan, namun terpantau tertib dan terkendali. Petugas juga tidak menemukan pelanggaran dalam penyaluran BBM selama pemantauan berlangsung.

Pertalite Naik 200 KL per Hari Sejak Mei 2026

Sales Area Retail Lampung Pertamina Patra Niaga, Bima Kusuma Aji, menyebut penyaluran pertalite di Lampung meningkat sejak Mei 2026. Rata-rata penyaluran naik sekitar 10 persen atau kurang lebih 200 kilo liter per hari.

Sebelumnya, pada periode Januari–April 2026, penyaluran pertalite berada di kisaran 2.000 KL per hari. Sejak Mei 2026, angkanya bergerak menjadi sekitar 2.200 KL per hari.

“Peningkatan penyaluran pertalite tidak hanya dipengaruhi perpindahan konsumen dari BBM nonsubsidi, tetapi juga sejalan dengan pertumbuhan aktivitas ekonomi di Lampung. Terdapat peningkatan kendaraan baru sekitar 21 persen dan jumlah kunjungan wisatawan sekitar 25 persen,” jelas Bima.

Migrasi Konsumen Nonsubsidi dan Pertumbuhan Ekonomi Jadi Pemicu

Budhi menjelaskan peningkatan kebutuhan BBM antara lain dipengaruhi migrasi konsumen dari BBM nonsubsidi akibat disparitas harga. Pertumbuhan ekonomi di Provinsi Lampung turut mendorong kenaikan konsumsi.

“Dinas ESDM Provinsi Lampung berkomitmen untuk terus mengawal penyaluran BBM agar masyarakat dapat memperoleh BBM dengan mudah. Kami juga akan turut menindak apabila ditemukan penyalahgunaan di lapangan,” ujar Budhi.

Dialog dengan Pengemudi Ojol dan Kurir di SPBU Ahmad Yani

Dalam kegiatan tersebut, Pertamina bersama Dinas ESDM berdialog langsung dengan sejumlah konsumen di SPBU 24.351.35 Jalan Ahmad Yani. Konsumen yang ditemui mencakup pengemudi transportasi online dan kurir.

Para konsumen tersebut menyampaikan tidak mengalami kesulitan dalam memperoleh BBM jenis pertalite. Dialog ini menjadi bagian dari pengecekan langsung kondisi pelayanan di lapangan.

Pertamina Perkuat Koordinasi dengan Pemerintah Daerah

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, mengatakan pihaknya terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah. Monitoring berkala dilakukan untuk memastikan penyaluran BBM berjalan sesuai ketentuan.

“Pertamina Patra Niaga terus memastikan ketersediaan dan kelancaran penyaluran BBM kepada masyarakat. Kami juga memperkuat koordinasi bersama pemerintah daerah serta monitoring di lapangan agar pelayanan di SPBU berjalan optimal dan penyaluran BBM tepat sesuai peruntukannya,” ujar dia.

Pertamina Patra Niaga mengimbau masyarakat membeli BBM secara wajar sesuai kebutuhan dan peruntukannya. Pembelian berlebihan diminta dihindari agar penyaluran dan pelayanan BBM kepada seluruh konsumen berjalan optimal.

Follow poroslampung.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: lampung.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks