LAMPUNG — Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyatakan penugasan khusus ini merupakan bagian dari instruksi Presiden agar perayaan kemerdekaan tidak mengabaikan warga yang tengah tertimpa musibah. Keberadaan para pejabat tinggi negara di lokasi bencana dinilai penting untuk memastikan bantuan logistik dan proses evakuasi berjalan sesuai harapan.
"Di tengah-tengah kita merayakan kemerdekaan, tentu saja di satu sisi kita tetap harus memastikan bahwa saudara-saudara kita yang kemarin terkena bencana itu semua tertangani dengan sebaik-baiknya," kata Prasetyo di kompleks Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/8).
Pimpinan Kabinet Tersebar di Dua Provinsi
Selain rombongan ke NTT, pemerintah juga menempatkan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono untuk memimpin jalannya upacara bendera di Provinsi Sulawesi Tenggara. Langkah ini merupakan skema pemerataan representasi pemerintahan di daerah yang mulai diterapkan pada peringatan detik-detik proklamasi tahun ini.
Sementara itu, upacara utama tetap berlangsung khidmat di halaman Istana Merdeka dengan dihadiri ribuan undangan. Prasetyo merinci pemerintah menyediakan total 8.100 kursi bagi masyarakat umum yang berhasil mendapatkan war ticket untuk menyaksikan jalannya upacara pagi dan prosesi penurunan bendera sore hari.
Antusiasme Publik Meningkat, Panitia Tambah Blok Kursi
Tingginya minat masyarakat untuk hadir secara langsung membuat panitia menambah dua blok kursi tambahan. Masing-masing blok berkapasitas 1.700 kursi untuk upacara pagi dan 1.700 kursi untuk prosesi penurunan bendera.
Bagi warga yang tidak kebagian tiket resmi, pemerintah menyiapkan tenda besar di sepanjang Jalan Medan Merdeka Utara. Lokasi tersebut dilengkapi layar lebar yang menayangkan seluruh rangkaian prosesi secara langsung dari dalam halaman istana.
"Di sana ada tenda, ada layar lebar untuk bisa mengikuti semua prosesi yang ada di dalam halaman Istana," jelas Prasetyo.
Permohonan Maaf untuk Warga yang Gagal Mendapat Tiket
Mensesneg menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat yang telah mendaftar namun belum berhasil mendapatkan tiket. Ia menilai antusiasme yang tinggi tersebut merupakan cerminan semangat kebangsaan yang patut disyukuri.
"Kami mohon maaf karena keterbatasan kapasitas halaman Istana, tidak semua pendaftar bisa terakomodasi," ujarnya.
Di akhir keterangannya, Prasetyo mengajak seluruh elemen bangsa untuk menjadikan momen kemerdekaan sebagai pemantik pengabdian terbaik bagi negara. Ia menekankan pentingnya kerja keras kolektif untuk mewujudkan cita-cita Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur.
"Mari semua kita bekerja keras memberikan pengabdian yang terbaik untuk menjadikan Indonesia berdaulat, Indonesia yang benar-benar adil, Indonesia yang makmur untuk semuanya," pungkasnya.