LAMPUNG — Privasi pengguna Windows kembali menjadi sorotan setelah munculnya temuan tentang Global Device Identifier (GDID), sebuah penanda unik yang tertanam dalam sistem operasi dan tidak bisa dihindari meski pengguna memakai VPN. Menanggapi hal ini, Windscribe, perusahaan layanan VPN asal Kanada, merilis script bernama deGDID yang dirancang untuk menghapus penanda tersebut secara permanen dari perangkat lokal.
Rilis tool ini memicu diskusi di kalangan pengguna yang sadar privasi, terutama setelah penanda serupa disebut-sebut berperan dalam kasus federal di Amerika Serikat yang melibatkan FBI untuk melacak seorang tersangka peretas.
Apa Itu GDID dan Mengapa Sulit Dihilangkan?
GDID adalah pengidentifikasi global yang dibuat oleh Microsoft dan tersimpan jauh di dalam sistem Windows. Berbeda dengan cookie atau data pelacakan berbasis jaringan, GDID bekerja di bawah lapisan jaringan, sehingga aktivitas VPN yang biasanya menyamarkan alamat IP tidak berpengaruh terhadap penanda ini.
Windows sendiri tidak menyediakan fitur bawaan untuk menonaktifkan GDID. Penanda ini tetap bertahan meskipun pengguna berganti alamat IP berkali-kali, menjadikannya salah satu bentuk pelacakan paling persisten yang pernah ditemukan di sistem operasi konsumen.
Cara Kerja Script deGDID
Windscribe mendistribusikan deGDID secara gratis melalui GitHub. Script ini dijalankan melalui PowerShell dengan hak akses administrator dan memiliki empat mode operasi yang bisa dipilih pengguna sesuai kebutuhan.
Mode -Status berfungsi untuk memeriksa apakah GDID aktif di perangkat. Sementara itu, mode -Status -Redact menghasilkan log diagnostik dengan identitas pengguna disamarkan, aman untuk dibagikan ke forum atau teknisi. Mode inti bernama -Protect akan membersihkan kunci GDID dari registry, memodifikasi Access Control Lists dan izin registry agar Windows tidak membuat penanda baru, serta memasang firewall untuk memblokir endpoint internal DeviceAdd milik Microsoft.
Jika pengguna ingin mengembalikan pengaturan seperti semula, mode -Unprotect dapat membalik seluruh proses.
Hasil Uji Coba: Berhasil Hapus Pelacakan, Tapi Layanan Tertentu Ikut Mati
Pengujian yang dilakukan pada mesin Windows 11 menunjukkan script berfungsi sesuai klaim. Perintah -Status mendeteksi beberapa kunci identitas yang tersimpan di registry, dan setelah proses -Protect dijalankan, tidak ada GDID baru yang muncul bahkan setelah sistem di-restart.
Namun, konsekuensinya langsung terasa. Verifikasi akun melalui login.live.com gagal di semua browser yang dicoba. Sebaliknya, login.microsoftonline.com masih berfungsi normal. Beberapa aplikasi buatan Microsoft menampilkan error koneksi, sementara game online dan software pihak ketiga lainnya tetap berjalan tanpa hambatan selama pengujian berlangsung.
Windscribe juga mengingatkan bahwa deGDID hanya menangani aspek pelacakan, bukan keamanan. Pengguna tetap disarankan mengaktifkan antivirus dan endpoint protection karena script ini tidak dirancang untuk memblokir malware atau serangan siber.
Keterbatasan yang Perlu Diketahui Sebelum Memakai
Ada beberapa catatan penting sebelum memutuskan menggunakan deGDID. Pertama, kunci identitas yang sudah terkirim dan tersimpan di server Microsoft tidak akan pernah bisa dihapus oleh script ini. Artinya, Microsoft tetap memiliki akses ke data historis yang pernah dikumpulkan dari perangkat pengguna.
Kedua, deGDID menolak berjalan pada sistem yang dikelola perusahaan (managed systems) atau perangkat yang tergabung dalam domain. Tool ini hanya berfungsi untuk komputer pribadi yang tidak terikat kebijakan organisasi.
Windscribe menyebut proyek ini sebagai riset berkelanjutan yang akan terus diperbarui seiring munculnya informasi baru tentang mekanisme GDID. Bagi pengguna yang mengutamakan privasi dan siap menerima kompromi berupa layanan Microsoft tertentu yang tidak berfungsi, deGDID menawarkan opsi yang sebelumnya tidak tersedia. Namun, mengingat data di sisi server tidak bisa dihapus, tool ini lebih tepat disebut sebagai solusi parsial daripada perbaikan menyeluruh.