Pencarian

Polresta Bandar Lampung dan DPRD Rampungkan Layanan Visum Gratis untuk Korban Kekerasan, Begini Hasil Kolaborasi 19 Bulan

Rabu, 05 Agustus 2026 • 20:14:01 WIB
Polresta Bandar Lampung dan DPRD Rampungkan Layanan Visum Gratis untuk Korban Kekerasan, Begini Hasil Kolaborasi 19 Bulan
Polresta Bandar Lampung bersama DPRD menyelesaikan layanan visum gratis bagi korban kekerasan selama 19 bulan terakhir.

BANDAR LAMPUNG — Ratusan laporan yang masuk ke DPRD Kota Bandar Lampung kerap membawa cerita pilu: anak korban kekerasan seksual, perempuan yang berjuang keluar dari lingkaran kekerasan, hingga keluarga yang kesulitan memenuhi biaya visum demi melanjutkan proses hukum. Di titik inilah kolaborasi antara DPRD dan Polresta Bandar Lampung diuji, bukan sekadar seremonial, tetapi untuk memastikan hak masyarakat tidak hilang hanya karena birokrasi berjalan sendiri-sendiri.

Selama satu tahun tujuh bulan terakhir, koordinasi intensif dibangun bersama Polresta Bandar Lampung di bawah kepemimpinan Kombes Pol. Alfret Jacob Tilukay, S.I.K., M.Si. Hasilnya, lahir terobosan layanan visum gratis bagi korban yang tidak mampu, sebuah solusi atas hambatan klasik yang selama bertahun-tahun menyulitkan korban kekerasan mengakses keadilan.

Visum Gratis: Menghapus Hambatan Biaya Menuju Keadilan

Bagi sebagian orang, visum hanyalah dokumen administratif. Namun bagi korban kekerasan, visum adalah pintu masuk pembuktian perkara yang seringkali menentukan. Sebelumnya, biaya visum menjadi momok yang membuat banyak korban memilih mengubur kasusnya dalam diam.

Melalui kerja sama yang melibatkan Polresta Bandar Lampung, RSUD Abdul Moeloek, Baznas Provinsi Lampung, serta dukungan berbagai pihak, hambatan biaya tersebut mulai dihilangkan. Kini, korban dari keluarga tidak mampu memiliki akses lebih mudah untuk mendapatkan visum dan melanjutkan proses hukum.

“Bagi sebagian orang, visum hanyalah dokumen. Tetapi bagi korban, visum adalah pintu menuju keadilan. Ketika biaya tidak lagi menjadi penghalang, kita sedang memberi mereka kesempatan untuk mendapatkan perlindungan yang layak,” ujar Dewi Mayang Suri Djausal, Anggota Komisi IV DPRD Kota Bandar Lampung.

Koordinasi Lintas Lembaga: Bukan Sekadar Komunikasi, tapi Tindak Lanjut

Kolaborasi ini tidak berhenti pada layanan visum gratis. DPRD dan Polresta juga bersinergi dalam penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, tindak pidana perdagangan orang (TPPO), serta pendampingan korban. Berbagai persoalan sosial yang membutuhkan respons cepat lintas lembaga juga menjadi fokus koordinasi.

“Kami datang bukan membawa kepentingan lembaga semata. Kami datang membawa cerita masyarakat yang membutuhkan perlindungan. Karena itu, yang paling kami syukuri bukan hanya komunikasi yang berjalan baik, tetapi adanya respons dan tindak lanjut sehingga masyarakat benar-benar merasakan kehadiran negara,” kata Mayang.

Menurutnya, keberhasilan kolaborasi tidak lahir karena semua pihak selalu sepakat, melainkan karena adanya tujuan yang sama. Perbedaan cara pandang dalam setiap diskusi justru menjadi bahan untuk mencari jalan keluar terbaik.

“Dalam setiap koordinasi tentu ada diskusi, ada pertukaran pandangan, bahkan terkadang ada perbedaan cara melihat sebuah persoalan. Namun yang selalu kami rasakan, Pak Alfret membuka ruang dialog, mendengar, dan berupaya mencari jalan keluar sesuai kewenangannya. Itu yang membuat koordinasi berjalan efektif,” jelasnya.

Jejak Kepemimpinan yang Ditinggalkan

Selain penanganan kasus, Polresta Bandar Lampung juga menghadirkan inovasi pelayanan publik, termasuk penguatan layanan kesehatan melalui Klinik Tantya Sudhirajati. Berbagai inovasi pelayanan kepolisian juga terus mendekatkan institusi kepada masyarakat.

Namun bagi Mayang, keberhasilan terbesar bukanlah banyaknya program yang diluncurkan, melainkan ketika masyarakat benar-benar merasakan manfaat dari setiap kolaborasi yang dibangun. “Ada masyarakat yang menjadi lebih terlindungi karena dua institusi memilih untuk berkolaborasi. Bagi saya, itulah ukuran keberhasilan yang sesungguhnya,” tuturnya.

Kini, seiring amanah baru yang diemban Kombes Pol. Alfret Jacob Tilukay di Mabes Polri, DPRD Kota Bandar Lampung menyampaikan apresiasi atas dedikasi yang telah diberikan. Menurut Mayang, penghormatan kepada seorang pemimpin tidak cukup diwujudkan melalui plakat atau cinderamata, melainkan dengan mengingat jejak yang ditinggalkannya.

“Jabatan akan selalu berganti. Tetapi setiap keputusan yang memberi perlindungan, setiap kolaborasi yang mempermudah masyarakat memperoleh keadilan, dan setiap langkah yang menghadirkan harapan akan selalu hidup dalam ingatan orang-orang yang pernah merasakan manfaatnya,” pungkasnya.

Follow poroslampung.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: matapena.co

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks