BANDAR LAMPUNG — Puluhan warga memadati kantor DPD PDI Perjuangan Lampung dan titik nobar di Lampung Tengah untuk menyaksikan laga final Piala Dunia antara Spanyol dan Argentina. Acara yang berlangsung hingga dini hari itu sengaja dirancang partai sebagai ruang hiburan sekaligus pendekatan ke generasi muda.
"Dunia olahraga itu netral, tidak ada permusuhan antar-golongan bahkan partai. Sehingga ini merupakan hiburan untuk seluruh masyarakat lintas golongan, lintas etnis, dan seterusnya," ujar Palgunadi di sela-sela acara.
Dua Titik Nobar dan Imbauan Jaga Perdamaian
Nobar digelar di kantor DPD PDI Perjuangan Lampung dan di Kabupaten Lampung Tengah. Wakil Ketua Bidang Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Deddi Wijaya Candra berharap acara berjalan tertib dan menghibur meski penonton punya tim jagoan berbeda.
"Harapannya semua lancar. Setelah acara selesai, semua tetap adem ayem. Ini kan pertandingan internasional yang kita nikmati bersama. Beda ceritanya kalau Timnas Indonesia yang bertanding, itu harus kita bela mati-matian," kata Deddi, yang mengaku menjagokan Spanyol di laga final tersebut.
Pendekatan ke Generasi Muda dan Target Piala Dunia
Palgunadi menjelaskan, nobar ini bagian dari strategi partai mendekati anak muda yang dinilai memiliki karakteristik unik dan lebih menyukai pendekatan visual. Melalui momentum ini, PDI Perjuangan berharap bisa memicu semangat generasi muda Lampung bahwa siapa pun bisa menjadi pemain dunia.
Menanggapi harapan publik agar Indonesia bisa menembus Piala Dunia di masa depan, PDI Perjuangan menekankan pentingnya pengelolaan sepak bola yang lebih profesional di tubuh PSSI. Manajemen profesional dinilai menjadi kunci agar bakat-bakat emas dari daerah tidak terbuang sia-sia.
Soekarno Cup Jadi Wadah Penjaringan Bibit Muda
Sebagai langkah konkret pasca-Rapat Kerja Nasional (Rakernas), PDI Perjuangan telah meluncurkan program turnamen sepak bola bertajuk "Soekarno Cup" yang saat ini tengah bergulir di Jawa Timur. Ke depan, PDI Perjuangan Lampung menargetkan bisa mengirimkan tim perwakilan dari Bumi Ruwa Jurai ke turnamen tersebut.
Program ini diharapkan menjadi wadah penjaringan bibit unggul potensial daerah yang kelak bisa memperkuat jajaran Timnas Indonesia di kancah internasional.