LAMPUNG — Katie Boulter menyelesaikan laga putaran pertama Japan Open yang sempat terhenti hujan dengan kemenangan dominan 6-3, 6-1 atas wakil tuan rumah Himeno Sakatsume pada Selasa. Petenis Inggris itu tinggal butuh satu set pendek untuk menutup laga setelah unggul 6-3 dan 3-1 ketika pertandingan dihentikan akibat cuaca buruk di Osaka, Senin.
Boulter sebenarnya sudah memimpin satu set dan 3-1 atas Sakatsume ketika hujan memaksa panitia menghentikan pertandingan di Osaka. Ia kembali ke lapangan keesokan harinya dan langsung menyelesaikan urusan tanpa memberi kesempatan wild card tuan rumah bangkit.
Penghentian laga di tengah momentum membuat Boulter harus mengulang pendekatan mentalnya. Petenis berusia 30 tahun itu mengaku sempat ingin menuntaskan pertandingan pada malam sebelumnya, tetapi kondisi cuaca tidak memungkinkan.
"Kemarin posisi yang sulit untuk berhenti," kata Boulter. "Saya ingin bermain tadi malam dan melanjutkan, tapi karena hujan, sayangnya itu tidak mungkin."
"Artinya saya harus membangun pola pikir yang sama lagi hari ini dan berusaha menyelesaikan pertandingan, fokus untuk lolos. Saya rasa saya melakukannya. Saya tidak ingin bermain set ketiga, jadi saya senang dengan hari ini," ujarnya.
Kemenangan Boulter ditopang efektivitasnya saat menghadapi peluang break. Dari sembilan break point yang ia dapat, lima berhasil dikonversi menjadi poin.
Ketimpangan angka itu menjelaskan mengapa laga berjalan singkat meski sempat terpecah dua hari. Sakatsume, yang tampil sebagai wild card, punya banyak peluang tetapi tidak cukup tajam untuk menembus servis Boulter di momen krusial.
Di putaran kedua, Boulter akan berhadapan dengan Viktorija Golubic dari Swiss. Pertemuan itu menjadi ujian berbeda bagi Boulter, yang kini punya waktu tambahan untuk memulihkan tenaga setelah laga dua hari.
Japan Open sendiri menjadi kesempatan bagi Boulter untuk menambah poin di sisa musim. Performa di Osaka akan menentukan seberapa jauh ia bisa bertahan di turnamen ini.
Di sisi lain, Iga Swiatek mengalami kemunduran dalam upayanya menembus WTA Finals. Petenis nomor sembilan dunia itu menarik diri dari Ningbo Open karena cedera paha.
WTA Finals mempertemukan delapan pemain tunggal dan delapan pasangan ganda terbaik tahun ini. Ajang tersebut dijadwalkan berlangsung 8-15 November, sehingga absennya Swiatek di Ningbo memberi dampak langsung pada perhitungan poin menuju turnamen penutup musim itu.