BANDAR LAMPUNG — Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kota Bandar Lampung menyisir sejumlah titik rawan di pesisir Teluk Bandar Lampung untuk memantau kondisi air laut dan lingkungan sekitar. Selain pemantauan, petugas memberikan edukasi dan imbauan kepada warga agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir rob dan kondisi darurat lainnya.
Penempatan dua regu patroli mengacu pada potensi kenaikan pasang air laut yang biasanya menyertai fenomena bulan baru. Kondisi itu membuat kawasan pesisir Teluk Bandar Lampung masuk kategori rawan genangan air laut.
Instruksi Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana menjadi dasar penguatan kesiapsiagaan di tingkat masyarakat pesisir. BPBD menempatkan langkah ini sebagai bagian dari mitigasi bencana, bukan sekadar pemantauan rutin.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Bandar Lampung Idham Basyar mengatakan patroli dilakukan untuk memastikan masyarakat mendapat informasi dan lebih siap menghadapi potensi bencana.
"Warga pesisir tetap tenang, memantau perkembangan cuaca dan kondisi air laut, serta segera melapor kepada petugas jika menemukan situasi yang berpotensi membahayakan," ujarnya.
Warga diminta tidak mengabaikan perubahan cuaca dan kondisi air laut di sekitar permukiman. Laporan cepat ke petugas disebut menjadi kunci agar penanganan darurat bisa dilakukan lebih awal.
Idham menegaskan BPBD Bandar Lampung akan terus melakukan pemantauan, edukasi, dan langkah mitigasi guna meminimalkan risiko bencana serta menjaga keselamatan masyarakat. Dua regu yang dikerahkan kini bersiaga di titik-titik rawan pesisir Teluk Bandar Lampung.
Warga yang menemukan tanda-tanda kenaikan air laut di luar jadwal perkiraan diminta langsung menghubungi petugas BPBD setempat.