BANDAR LAMPUNG — Angin di Perairan Barat Lampung bertiup dari tenggara hingga selatan dengan kecepatan 12–13 knot, disertai cuaca berawan hingga berawan tebal. Kombinasi angin dan tinggi gelombang itu yang membuat BMKG menaikkan kewaspadaan bagi kapal berukuran kecil dan nelayan tradisional.
Data prakiraan maritim menunjukkan gelombang di Perairan Barat Lampung sekitar 2,9 meter pada tengah malam, naik ke 3 meter dini hari, lalu bertahan di 3,1 meter sejak pagi hingga sore.
Di Selat Sunda bagian selatan Lampung, pola gelombang berbeda. Ketinggian air laut diprakirakan 2,8–2,9 meter sejak dini hari hingga sore, kemudian meningkat menjadi 3,1 meter pada malam hari.
Arah angin di wilayah ini bertiup dari tenggara dengan kecepatan yang berubah mengikuti waktu. Pengguna jasa penyeberangan diminta memeriksa informasi operasional kapal sebelum berangkat.
Untuk Perairan Teluk Lampung bagian utara dan selatan, data tinggi gelombang per jam pada 19 Oktober 2026 belum dapat dipastikan dari sumber yang terverifikasi. Kondisi Teluk Lampung tidak bisa langsung dianggap aman hanya karena prakiraan di dua wilayah lain sudah diketahui.
Nelayan dan operator kapal yang hendak melaut pada sore hingga malam hari tetap perlu memantau pembaruan BMKG Maritim Lampung melalui laman prakiraan perairan resmi.
Prakiraan gelombang 3,1 meter tergolong tinggi bagi perahu kayu dan kapal kecil yang biasa dipakai nelayan pesisir Lampung. Otoritas pelabuhan dan syahbandar biasanya mengeluarkan instruksi lanjutan bila ketinggian gelombang bertahan pada level tersebut.