BANDAR LAMPUNG — Kepala Dinas PPPA Lampung Hanita Farial menyebut pengurus FKI SBS Lampung yang baru dilantik memikul tanggung jawab besar untuk menggerakkan pemberdayaan perempuan di tingkat keluarga. Pelantikan berlangsung di Hotel Emersia Lampung, Kota Bandar Lampung, dengan masa bakti 2026-2029.
Hanita meminta amanah organisasi dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Menurut dia, manfaatnya harus dirasakan langsung oleh warga, bukan berhenti di lingkup pengurus.
"Kami berharap, amanah organisasi ini dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," kata Hanita Farial.
Perempuan menempati posisi kunci dalam membangun keluarga dan membentuk karakter generasi penerus. Hanita menilai keluarga yang sehat dan kuat menjadi salah satu fondasi untuk melahirkan generasi yang cerdas dan berakhlak.
Pemberdayaan perempuan tidak berhenti pada kehidupan keluarga. Dampaknya melebar ke kemajuan masyarakat dan pembangunan daerah, sehingga perempuan perlu mendapat ruang untuk mengembangkan kemampuan.
Kemandirian ekonomi dan keterlibatan aktif dalam kehidupan sosial menjadi dua hal yang dinilai Hanita perlu terus dibuka bagi perempuan. Ia menegaskan pembangunan Lampung harus dirasakan seluruh masyarakat, dengan perempuan sebagai salah satu penggerak penting dalam mewujudkan kesejahteraan bersama.
Hanita mendorong FKI SBS Lampung memusatkan kerja pada tiga hal utama:
Penguatan UMKM ditempatkan sebagai pintu masuk untuk menopang ekonomi keluarga. Sementara literasi digital dan penguatan karakter disebut penting supaya keluarga lebih terlindungi dari berbagai risiko ruang digital.
FKI SBS Lampung diharapkan menjadi wadah silaturahmi dan komunikasi bagi para ibu di wilayah Sumatera Bagian Selatan. Lewat forum itu, pengurus bisa saling belajar, bertukar gagasan, dan mempererat persaudaraan dalam menghadapi berbagai tantangan.
Pemprov Lampung terus memperkuat pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak melalui kolaborasi dengan berbagai pihak. Sinergi antara organisasi perempuan, pemerintah daerah, dan masyarakat diharapkan memperluas manfaat program hingga ke tingkat keluarga.
Di luar isu pemberdayaan, Hanita mengajak FKI SBS turut menjaga dan melestarikan budaya Lampung serta Sumatera Bagian Selatan. Nilai-nilai Piil Pesenggiri disebutnya sebagai warisan budaya yang perlu dikenalkan kepada generasi muda.