Harga Emas Antam Naik Rp20.000 jadi Rp2.592.000 per Gram Akhir Pekan Ini

Penulis: Rendi Kusuma  •  Sabtu, 10 Oktober 2026 | 11:37:31 WIB
Harga emas Antam naik Rp20.000 menjadi Rp2.592.000 per gram pada perdagangan akhir pekan ini.

LAMPUNG — Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) menguat Rp20.000 menjadi Rp2.592.000 per gram pada perdagangan akhir pekan ini, dari sebelumnya Rp2.572.000 per gram. Harga buyback ikut naik Rp25.000 menjadi Rp2.401.000 per gram. Kenaikan ini tercatat di situs resmi Logam Mulia.

Pergerakan harga emas Antam ini mengikuti tren logam mulia global yang masih dibayangi ketidakpastian ekonomi. Bagi investor ritel, selisih antara harga jual dan buyback menjadi pertimbangan utama sebelum membeli atau melepas kepemilikan emas.

Rincian Harga Emas Antam per Ukuran

Antam menyediakan emas batangan dalam berbagai ukuran, mulai dari 0,5 gram hingga 25 gram. Berikut rincian harga lengkapnya:

  • 0,5 gram: Rp1.346.000
  • 1 gram: Rp2.592.000
  • 2 gram: Rp5.124.000
  • 3 gram: Rp7.661.000
  • 5 gram: Rp12.735.000
  • 10 gram: Rp25.415.000
  • 25 gram: Rp63.412.000

Buyback Naik Lebih Tinggi dari Harga Jual

Kenaikan harga buyback sebesar Rp25.000 per gram melampaui kenaikan harga jual yang hanya Rp20.000 per gram. Kondisi ini memperkecil spread antara harga beli dan harga jual emas Antam.

Spread yang mengecil biasanya menjadi sinyal positif bagi investor yang ingin merealisasikan keuntungan. Semakin kecil selisihnya, semakin besar margin yang bisa didapat saat menjual kembali emas yang sudah dimiliki.

Posisi Emas sebagai Aset Lindung Nilai

Emas batangan masih menjadi pilihan utama masyarakat Indonesia untuk lindung nilai terhadap pelemahan rupiah dan tekanan inflasi. Antam melalui unit Logam Mulia merupakan salah satu produsen emas batangan dengan likuiditas tertinggi di pasar domestik.

Harga emas Antam diperbarui setiap hari kerja dan mengikuti pergerakan harga emas dunia. Pembeli disarankan memantau harga secara berkala sebelum bertransaksi, terutama untuk pembelian dalam jumlah besar.

Reporter: Rendi Kusuma
Sumber: idxchannel.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top