BMKG Peringatkan Gelombang 4 Meter di Perairan Lampung Mulai 8-11 Oktober 2026

Penulis: Teguh Prasetyo  •  Kamis, 08 Oktober 2026 | 11:31:01 WIB
BMKG memperingatkan potensi gelombang 2,5-4 meter di Selat Sunda bagian selatan Lampung dan Perairan Barat Lampung pada 8-11 Oktober 2026.

LAMPUNG — Forecaster BMKG Eka Suci Puspita W menyebut gelombang setinggi 2,5-4 meter berpotensi terjadi di Selat Sunda bagian selatan Lampung dan Perairan Barat Lampung. Kecepatan angin di wilayah tersebut terpantau berkisar 2 hingga 20 knot.

"Kecepatan angin tertinggi terpantau di Perairan Barat Lampung, Selat Sunda Selatan Lampung, serta Teluk Lampung bagian selatan dan utara," kata Eka, Rabu (7/10/2026).

Penyebab: Tekanan Udara dan Swell Samudra Hindia

BMKG Maritim Lampung menjelaskan gelombang tinggi di Perairan Barat Lampung dipicu tekanan tinggi di wilayah Samudra Hindia dekat Australia. Perbedaan tekanan antara Belahan Bumi Selatan dan Belahan Bumi Utara meningkatkan kecepatan angin, yang kemudian mendorong kenaikan tinggi gelombang.

Selain itu, swell atau alun gelombang dari Samudra Hindia turut menjadi pembangkit gelombang di perairan barat Lampung. Kondisi ini diperkuat pola angin yang belakangan tidak lagi mengikuti siklus musiman biasa.

"Secara klimatologis gelombang dan angin kencang biasanya terjadi di periode Juni, Juli, Agustus, September. Tetapi belakangan ini sudah sering berganti polanya," jelas Eka.

Wilayah yang Terdampak dan Ketinggian Gelombang

Selain gelombang 2,5-4 meter di dua wilayah utama, BMKG mencatat gelombang 1,25-2,5 meter berpotensi terjadi di Perairan Teluk Lampung bagian selatan dan utara. Dua zona ini memiliki karakter ketinggian yang berbeda sehingga risiko bagi kapal juga tidak sama.

  • Selat Sunda bagian selatan Lampung: gelombang 2,5-4 meter
  • Perairan Barat Lampung: gelombang 2,5-4 meter
  • Teluk Lampung bagian selatan dan utara: gelombang 1,25-2,5 meter

Risiko per Jenis Kapal

BMKG mengingatkan kondisi ini membahayakan sejumlah jenis kapal dengan ambang batas berbeda. Perahu nelayan berisiko saat kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang 1,25 meter. Kapal tongkang berisiko pada kecepatan angin 16 knot dengan gelombang 1,5 meter, sedangkan kapal feri perlu waspada ketika angin mencapai 21 knot dan gelombang 2,5 meter.

Imbauan serupa berlaku bagi nelayan dan pelaku pelayaran agar memeriksa perkembangan cuaca serta tinggi gelombang sebelum beraktivitas di perairan Lampung.

Belum Ada Kepastian soal Pola hingga Akhir Tahun

Menjelang akhir tahun, kondisi angin dan gelombang dapat dipengaruhi fenomena iklim global seperti La Nina dan El Nino. Eka menyebut pada tahun ketika La Nina aktif di bulan November-Desember, angin dan gelombang meningkat drastis. Sebaliknya, saat El Nino aktif, angin dan gelombang cenderung tidak terlalu tinggi.

"Kalau ditanya apakah sampai akhir tahun gelombang dan angin masih tinggi, saya pribadi sebagai forecaster belum bisa memastikan," ujarnya.

BMKG meminta warga pesisir dan pengguna jasa pelayaran mengikuti pembaruan informasi cuaca maritim selama periode peringatan dini berlangsung.

Reporter: Teguh Prasetyo
Sumber: detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top