Iran Tinjau Pandangan AS soal Rencana Tujuh Hari untuk Hentikan Permusuhan dan Buka Selat Hormuz

Penulis: Rendi Kusuma  •  Senin, 05 Oktober 2026 | 14:01:01 WIB
Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi menyampaikan rencana tujuh hari kepada pihak lain di New York.

TEHERAN — Proposal yang dimaksud Iran adalah "rencana tujuh hari" yang disampaikan kepada pihak lain oleh Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi di New York pada akhir bulan lalu. Rencana itu dibawa ke meja perundingan di sela-sela Debat Umum Sidang Majelis Umum PBB ke-81.

Gharibabadi menuturkan bahwa pandangan AS saat ini tengah ditinjau di dalam negeri Iran melalui jalur yang tepat. "Pandangan AS saat ini sedang ditinjau di dalam negeri melalui jalur yang tepat," ujarnya, seraya menambahkan bahwa kapan pun pandangan akhir Iran siap, tindakan yang diperlukan akan diambil melalui jalur yang tepat.

Rencana Tujuh Hari Diserahkan 22 September

Iran menyampaikan usulan rencana tujuh hari kepada AS pada 22 September untuk menghentikan permusuhan dan membuka kembali Selat Hormuz. Penyampaian itu dilakukan melalui para mediator di sela-sela Debat Umum Sidang Majelis Umum PBB ke-81 di New York.

Selain meninjau pandangan AS, Iran secara bersamaan melakukan persiapan yang diperlukan untuk menghadapi skenario lainnya. Gharibabadi tidak merinci bentuk persiapan tersebut.

Jalan Panjang Gencatan Senjata Iran-AS

Pada 28 Februari, Israel dan AS melancarkan serangan gabungan terhadap Teheran dan kota-kota lain di Iran. Iran merespons dengan gelombang serangan rudal dan drone yang menargetkan pangkalan serta aset Israel dan AS di kawasan tersebut, sekaligus memperketat kendalinya atas Selat Hormuz.

Gencatan senjata antara pihak-pihak yang bertikai tercapai pada 8 April. Dua bulan berselang, tepatnya 18 Juni, Iran dan AS menandatangani nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) mengenai pengakhiran perang di kawasan tersebut di semua lini.

Perundingan 60 Hari Berakhir Tanpa Kemajuan Memadai

Berdasarkan MoU itu, kedua negara dijadwalkan mengadakan perundingan dalam waktu 60 hari. Tenggat tersebut berakhir pada 17 Agustus untuk mencapai kesepakatan akhir.

Namun, kedua pihak gagal mencapai kemajuan yang memadai menuju kesepakatan karena terus meningkatnya ketegangan. Kondisi inilah yang membuat proposal baru Iran—rencana tujuh hari—kembali diajukan ke meja perundingan melalui para mediator.

Hingga kini belum ada keterangan resmi dari pihak AS mengenai isi pandangan yang disampaikan melalui mediator tersebut. Iran menyatakan akan menunggu kesiapan pandangan akhirnya sebelum mengambil langkah lanjutan.

Reporter: Rendi Kusuma
Sumber: web.lintaslampung.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top