BMKG Peringatkan Banjir Rob di 6 Wilayah Pesisir Lampung pada 12-15 Oktober 2026

Penulis: Qodri Anwar  •  Minggu, 04 Oktober 2026 | 14:01:31 WIB
BMKG memperingatkan potensi banjir rob di enam wilayah pesisir Lampung pada 12-15 Oktober 2026.

BANDAR LAMPUNG — Prakirawan BMKG Maritim Lampung, Eka Suci, menyatakan peningkatan muka air laut maksimum dapat memicu genangan di kawasan pesisir. Kondisi itu berpotensi mengganggu aktivitas warga di sekitar pantai maupun pelabuhan.

Enam wilayah yang diminta waspada meliputi pesisir Bandar Lampung, Tanggamus, Lampung Selatan, Pesawaran, pesisir timur Lampung, dan Pesisir Barat. Peringatan berlaku selama empat hari, dari 12 hingga 15 Oktober 2026.

Aktivitas Apa Saja yang Berisiko Terganggu?

BMKG menyebut sejumlah aktivitas masyarakat yang dapat terdampak langsung oleh pasang maksimum air laut. Kegiatan bongkar muat di pelabuhan menjadi salah satu yang paling rentan terganggu.

Permukiman warga di kawasan pesisir juga masuk dalam daftar wilayah berisiko. Selain itu, aktivitas tambak garam dan perikanan darat berpotensi mengalami kendala operasional selama periode tersebut.

"Adanya kondisi ini berpotensi meningkatkan ketinggian muka air laut maksimum sehingga dapat berdampak terhadap aktivitas masyarakat di kawasan pesisir Lampung," kata Eka, Sabtu (3/10/2026).

Mengapa Fenomena Bulan Baru Picu Rob?

Fase Bulan Baru yang terjadi pada 10 Oktober 2026 menjadi pemicu utama peningkatan ketinggian air laut. Fenomena ini membuat posisi bulan dan matahari sejajar terhadap bumi, sehingga gaya gravitasi keduanya menarik air laut secara bersamaan.

Eka menjelaskan bahwa kondisi tersebut membuat pasang air laut mencapai titik maksimum. Dampaknya paling terasa di wilayah pesisir yang secara geografis rentan terhadap rob.

BMKG meminta masyarakat mengikuti perkembangan informasi cuaca maritim dan kondisi pasang maksimum air laut selama periode peringatan berlangsung.

Imbauan untuk Warga Pesisir dan Pelabuhan

Eka mengimbau warga, khususnya yang berada di kawasan pesisir dan pelabuhan, mengantisipasi kemungkinan dampak pasang maksimum air laut. Menurutnya, kewaspadaan dini menjadi kunci mengurangi risiko kerugian.

"Karena itu, masyarakat yang tinggal maupun beraktivitas di kawasan pesisir diminta meningkatkan kewaspadaan selama periode potensi rob tersebut," ujarnya.

Ia juga meminta warga memperhatikan pembaruan informasi dari BMKG secara berkala. Langkah itu dinilai penting agar masyarakat bisa menyesuaikan aktivitas harian dengan kondisi pasang air laut yang berubah cepat.

"Untuk masyarakat di wilayah pesisir diimbau selalu waspada dan siaga mengantisipasi dampak pasang maksimum air laut serta memperhatikan pembaruan informasi dari BMKG," pungkasnya.

Reporter: Qodri Anwar
Sumber: detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top