Sarmuji Resmi Jabat Menperin, Lanjutkan Program Agus Gumiwang

Penulis: Rendi Kusuma  •  Jumat, 02 Oktober 2026 | 14:07:01 WIB
Muhammad Sarmuji resmi dilantik sebagai Menteri Perindustrian menggantikan Agus Gumiwang Kartasasmita.

LAMPUNG — Muhammad Sarmuji resmi menggantikan Agus Gumiwang Kartasasmita sebagai Menteri Perindustrian setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto. Serah terima jabatan digelar pada Kamis (1/10), ditandai pelukan hangat keduanya. Sarmuji berkomitmen melanjutkan program yang telah dirintis pendahulunya.

Muhammad Sarmuji kini memegang kendali Kementerian Perindustrian (Kemenperin). Pelantikan oleh Presiden Prabowo Subianto menjadi titik awal peralihan tongkat estafet dari Agus Gumiwang Kartasasmita yang sebelumnya menjabat menperin.

Momen serah terima jabatan (sertijab) berlangsung hangat. Keduanya terlihat saling berpelukan usai prosesi resmi, menandai transisi kepemimpinan di kementerian yang membawahi sektor manufaktur nasional tersebut.

Komitmen Lanjutkan Program yang Sudah Berjalan

Dalam sambutannya, Sarmuji menegaskan tidak akan memulai dari nol. Ia menyatakan akan melanjutkan pekerjaan yang telah dirintis Agus Gumiwang selama menjabat menperin.

"Saya akan melanjutkan pekerjaan yang telah dirintis Pak Agus," ujar Sarmuji dalam sertijab tersebut.

Pernyataan itu memberi sinyal stabilitas arah kebijakan industri di tengah kebutuhan percepatan pertumbuhan ekonomi. Pelaku usaha di sektor manufaktur berharap tidak ada guncangan regulasi yang menghambat investasi dan produksi.

Dorong Sinergi untuk Perkuat Sektor Industri

Sarmuji juga meminta seluruh jajaran Kemenperin bekerja bersama. Menurutnya, sektor industri berperan sebagai salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja.

Industri manufaktur memang menyumbang porsi signifikan terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia. Setiap kebijakan di kementerian ini berdampak langsung pada iklim usaha, mulai dari industri padat karya hingga sektor hilirisasi sumber daya alam.

Dengan latar belakang Sarmuji yang dikenal di dunia legislatif, pasar menantikan arah kebijakan teknis berikutnya. Terutama terkait insentif fiskal untuk industri padat karya dan percepatan realisasi investasi di sektor pengolahan.

Reporter: Rendi Kusuma
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top