Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan menargetkan angka stunting di daerah itu menjadi yang terendah di Indonesia, dengan capaian bertahap dari 10,4 persen menjadi 5 persen pada akhir 2027 dan 3 persen pada 2028. Target itu disampaikan Ketua Tim Penggerak PKK Lamsel Zita Anjani yang meminta percepatan intervensi berbasis data mutakhir dan valid.
LAMPUNG SELATAN — Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Lampung Selatan Zita Anjani menegaskan target penurunan stunting di daerahnya tidak berhenti di bawah angka nasional. Ia ingin Lamsel menjadi daerah dengan angka stunting terendah di Indonesia sebagai bagian dari upaya mewujudkan generasi emas dan menuju zero stunting.
Apresiasi Pemerintah Provinsi Lampung terhadap kinerja Lamsel dalam pencegahan dan percepatan penurunan stunting disebut Zita harus menjadi pemacu untuk bekerja lebih cepat dan terukur.
Stunting Lamsel saat ini berada pada 10,4 persen. Angka tersebut ditargetkan turun menjadi 5 persen pada akhir 2027, lalu kembali ditekan menjadi 3 persen atau lebih rendah pada 2028.
"Kalau sekarang 10,4 persen, target saya satu tahun pertama turun menjadi 5 persen. Tahun berikutnya harus lebih rendah lagi. Kita masih punya waktu untuk mengejar target tersebut," ujar Zita.
Ia menilai pencapaian target itu membutuhkan strategi yang sederhana, efektif, terukur, serta didukung data yang mutakhir dan valid.
Zita meminta Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPPS) memperkuat pembaruan dan validasi data sasaran intervensi. Dengan begitu, setiap program yang dijalankan dapat diketahui dampaknya secara jelas.
Mekanisme pelaporan yang jelas juga ditekankan agar persoalan yang ditemukan di lapangan dapat segera diketahui, ditentukan penanggung jawabnya, dan ditindaklanjuti.
"Kalau saya turun ke lapangan, saya harus tahu siapa yang bertanggung jawab, datanya di mana, dan kalau masyarakat mau melapor harus ke mana. Kita harus punya sistem yang jelas," katanya.
Selain stunting, Zita menempatkan persoalan putus sekolah sebagai bagian dari agenda pembangunan generasi emas Lamsel. Angka putus sekolah yang saat ini sekitar 21 persen ditargetkan turun menjadi 10 persen pada tahun pertama dan 5 persen pada tahun berikutnya.
"Target kita bukan sekadar berada di bawah angka nasional. Saya ingin Lampung Selatan menjadi daerah dengan angka stunting terendah di Indonesia. Kalau targetnya zero stunting, maka kita mulai dengan menurunkannya secepat mungkin," kata Zita.