Wali Kota Eva Dwiana Buka MTQ ke-55 Bandar Lampung, 402 Kafilah dari 20 Kecamatan Berebut Juara

Penulis: Surya Dinata  •  Minggu, 27 September 2026 | 09:01:31 WIB
Wali Kota Eva Dwiana membuka MTQ ke-55 Kota Bandar Lampung di Stadion Mini Way Dadi.

BANDAR LAMPUNG — Pembukaan MTQ ke-55 Kota Bandar Lampung dihadiri Wakil Wali Kota Deddy Amarullah dan Camat Sukabumi Sahrial selaku tuan rumah. Panitia menyiapkan sembilan mimbar perlombaan untuk menggelar seluruh cabang yang dipertandingkan.

Dari 402 kafilah yang tampil, sebanyak 40 orang tercatat sebagai official pendamping. Mereka berasal dari 20 kecamatan yang tersebar di seluruh wilayah kota.

Bukan Sekadar Adu Merdu Bacaan

Eva Dwiana menegaskan bahwa MTQ memiliki makna lebih luas dibanding kompetisi membaca dan menghafal Al-Qur'an. Menurutnya, kegiatan ini menjadi ikhtiar membumikan nilai-nilai kitab suci di tengah masyarakat.

"MTQ bukan sekadar ajang untuk menunjukkan kemampuan dalam membaca, menghafal, memahami dan menghayati Al-Qur'an. Lebih dari itu, MTQ merupakan ikhtiar kita untuk membumikan Al-Qur'an dalam kehidupan," ujar Eva saat membuka acara.

Tema yang diusung tahun ini adalah "Dengan Semangat MTQ Kita Wujudkan Masyarakat yang Berilmu, Berakhlak dan Cinta Al-Qur'an dalam Kehidupan Sehari-hari". Eva menjabarkan tiga kata kunci dalam tema tersebut sesuai pemaknaannya masing-masing.

Berilmu, Berakhlak, dan Cinta Al-Qur'an dalam Tema MTQ 2026

Berilmu, kata Eva, bukan hanya soal pengetahuan yang dimiliki seseorang. Ia memaknainya sebagai kemauan untuk terus belajar tanpa berhenti.

Sedangkan berakhlak berarti menjadikan nilai agama sebagai landasan dalam bersikap sehari-hari. Adapun cinta Al-Qur'an, tegas Eva, tidak cukup diwujudkan hanya dengan membaca.

"Cinta Al-Qur'an berarti tidak hanya membaca, tetapi juga memahami, mengamalkan dan menjadikan ajarannya sebagai pedoman dalam kehidupan," katanya.

77 Dewan Hakim dari Kemenag hingga Pimpinan Ponpes

Untuk menjaga kualitas penilaian, panitia menyiapkan 77 dewan hakim. Mereka berasal dari Kemenag Bandar Lampung, UIN Raden Intan Lampung, dan pimpinan pondok pesantren.

Komposisi juri yang melibatkan tiga institusi berbeda itu disebut untuk memastikan penilaian berjalan ketat di setiap cabang lomba. Sembilan mimbar perlombaan disiapkan agar seluruh mata lomba dapat berjalan paralel.

Camat Sukabumi Sahrial menyampaikan bahwa kafilah dan official akan berlaga hingga 29 September 2026. Stadion Mini Way Dadi menjadi pusat kegiatan sejak pembukaan hingga penutupan nanti.

Harapan agar Juara di Mimbar Berlanjut Jadi Karakter

Eva berharap MTQ melahirkan generasi Bandar Lampung yang tidak hanya berprestasi di mimbar lomba. Menurutnya, karakter kuat, akhlak mulia, dan kepedulian terhadap sesama menjadi ukuran yang lebih penting.

"Menang dan menjadi juara tentu merupakan sebuah kebanggaan, tapi jauh lebih baik adalah bagaimana nilai-nilai Al-Qur'an yang kita pelajari dalam MTQ ini terus diamalkan setelah kegiatan ini berakhir," ujarnya.

Seluruh rangkaian lomba MTQ ke-55 dijadwalkan rampung pada 29 September 2026. Para juara dari tiap cabang akan ditetapkan setelah dewan hakim menyelesaikan penilaian.

Reporter: Surya Dinata
Sumber: proyeksi.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top