LAMPUNG TIMUR — Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Lampung menerjunkan tim SAR gabungan untuk mencari Edi Santoso, pria 26 tahun asal Desa Sragi, Kabupaten Lampung Selatan, yang dilaporkan tidak pulang setelah memancing di kawasan eks galian pasir Desa Rejo Mulyo, Kecamatan Pasir Sakti.
Dantim Rescuer Basarnas Lampung, Feriansyah, menyebut laporan diterima setelah keluarga menemukan sepeda motor dan peralatan memancing korban di sekitar lokasi. Laporan itu diteruskan ke Basarnas Lampung melalui Kepala Desa Rejo Mulyo.
Tim SAR gabungan tiba di lokasi pada Kamis malam dan langsung berkoordinasi serta melakukan asesmen. Pencarian malam dihentikan sementara karena jarak pandang terbatas.
Tidak ada saksi yang mengetahui titik pasti korban diduga terjatuh ke dalam bekas galian pasir. Kondisi itu mempersulit tim menentukan area pencarian awal.
"Keluarga yang melakukan pencarian kemudian menemukan sepeda motor dan peralatan memancing milik korban di sekitar lokasi. Laporan selanjutnya diteruskan kepada Basarnas Lampung melalui Kepala Desa Rejo Mulyo," jelas Feriansyah, Sabtu (26/9/2026).
Pencarian dilanjutkan Jumat (25/9/2026) pagi dengan membagi area sekitar 500 meter persegi menjadi satu sektor. Tim mengerahkan perahu karet dan penyelam berdasarkan perhitungan SAR Map Prediction.
Sekitar pukul 07.50 WIB, tim menemukan topi yang diduga milik korban di area penyelaman. Temuan itu menjadi petunjuk untuk mempersempit area pencarian.
Tim melanjutkan penyelaman dengan metode sapuan serta penyisiran permukaan menggunakan perahu karet. Masyarakat turut membantu menggunakan jala.
Pencarian kembali dilanjutkan pukul 13.30 WIB. Tim SAR gabungan melakukan dua sorti penyelaman yang membuahkan hasil.
"Setelah pencarian kembali dilanjutkan pada pukul 13.30 WIB, tim SAR gabungan melakukan dua sorti penyelaman. Upaya tersebut membuahkan hasil. Pada pukul 15.08 WIB, korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada koordinat 5°32'58.21"S–105°45'56.80"T, sekitar empat meter dari titik yang diduga sebagai lokasi kejadian," jelas Feriansyah.
Korban dievakuasi dan dibawa ke Puskesmas Pasir Sakti. Operasi SAR dihentikan dan dinyatakan selesai pada pukul 15.15 WIB, lalu seluruh unsur dikembalikan ke satuannya masing-masing.
Feriansyah mengakui setiap operasi SAR punya tantangan dan ketidakpastian. Namun pihaknya berkomitmen melakukan pencarian secara optimal sampai korban ditemukan.
"Dalam operasi ini, keterbatasan jarak pandang dan tidak adanya saksi yang mengetahui titik pasti kejadian menjadi tantangan tersendiri. Namun, melalui koordinasi dan kerja sama seluruh unsur, korban akhirnya berhasil ditemukan," ujarnya.
Operasi pencarian melibatkan personel Kantor SAR Lampung dan Pos SAR Bakauheni, BPBD Lampung Timur, Tagana, Koramil Pasir Sakti, Polsek Pasir Sakti, Babinsa, pemerintah kecamatan dan desa, Puskesmas Pasir Sakti, Potensi SAR Al Fatah, serta keluarga dan masyarakat sekitar.
"Kami menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur SAR gabungan yang terlibat dalam proses pencarian dan evakuasi. Sinergi antarpersonel, dukungan masyarakat, serta optimalisasi metode pencarian menjadi bagian penting dalam upaya menemukan korban," tutup Fery.