LAMPUNG — Kemarau panjang di sejumlah wilayah Indonesia memicu kekeringan dan ancaman karhutla. Saat upaya darurat dikerahkan, memanjatkan doa minta hujan menjadi tumpuan harapan. Berikut bacaan doa yang diajarkan Rasulullah SAW.
Musim kemarau yang tak kunjung usai membuat hawa gerah bertahan lebih lama dan memicu kekhawatiran kebakaran hutan di beberapa daerah. Di tengah kondisi itu, doa minta hujan jadi salah satu ikhtiar yang paling menenangkan.
Doa ini dipanjatkan agar hujan yang turun membawa kebaikan, bukan bencana. Bacaannya: Allahumma asqinaa ghaitsan mughiitsan, marii'an marii'an, naafi'an ghaira dhaarrin, 'aajilan ghaira aajilin.
Artinya: "Ya Allah, turunkanlah kepada kami hujan yang menolong, menyuburkan, bermanfaat dan tidak membahayakan, segera dan tidak ditunda."
Bacaan ini cocok diamalkan ketika kekeringan sudah parah atau pasokan air sangat dibutuhkan untuk memadamkan titik api karhutla. Lafalnya: Allahumma asqinaa ghaitsan mughiitsan, hanii'an marii'an, marii'an ghadaqan, mujallilan 'aamman, thabaqan sahhan daa'iman.
Artinya: "Ya Allah, turunkanlah kepada kami hujan yang menenteramkan, menyegarkan, menyuburkan, deras dan melimpah, merata, tercurah deras, serta berlangsung terus-menerus."
Bagi yang ingin bacaan pendek, doa dari riwayat shahih ini bisa diulang tiga kali. Lafalnya: Allahumma agitsnaa, allahumma agitsnaa, allahumma agitsnaa.
Artinya: "Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami. Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami. Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami."
Rasulullah SAW mengajarkan doa yang melingkupi keselamatan lingkungan serta hewan-hewan yang terdampak kemarau. Bacaannya: Allahumma asqi 'ibaadaka wa bahaa'imaka, wansyur rahmataka, wa ahyi baladakal mayyit.
Artinya: "Ya Allah, turunkanlah air kepada hamba-hamba-Mu dan hewan-hewan ternak-Mu, sebarkanlah rahmat-Mu, dan hidupkanlah negeri-Mu yang telah mati."
Doa ini dibaca agar air yang diturunkan benar-benar membawa manfaat, serta dijauhkan dari marabahaya seperti angin kencang atau banjir. Lafalnya: Allahumma suqy? rahmatin, wa l? suqy? 'adz?bin, wa l? mahqin, wa l? bal?'in, wa l? hadmin.
Artinya: "Ya Allah, turunkanlah hujan rahmat, bukan hujan azab, bukan yang membinasakan, bukan pula bencana, dan bukan yang meruntuhkan."
Sebelum memanjatkan doa, ada baiknya menata hati dengan meluruskan niat, memuji keagungan Allah SWT, dan bershalawat untuk Rasulullah SAW. Menghadirkan hati secara utuh dan yakin bahwa doa tulus tidak akan sia-sia juga jadi kunci.
Ada pula waktu-waktu mustajab yang bisa dimanfaatkan, seperti saat hujan turun, saat kemarau, ketika sujud dalam salat, sepertiga malam terakhir, di antara azan dan iqamah, serta pada hari Jumat menjelang Magrib.
Enam doa minta hujan di atas bisa diamalkan kapan saja, terutama saat kemarau panjang melanda. Lengkapi ikhtiar dengan adab berdoa dan waktu mustajab agar harapan segera diijabah.