Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan di Taman Nasional Way Kambas, Lampung Timur, yang melanda kawasan Resort Pemangkuan TNWK Cabang SPTN Wilayah II Bungur dengan estimasi luas terdampak mencapai 600 hektare. Operasi pemadaman terkendala keterbatasan pasokan air, akses medan sulit, dan jarak titik api yang jauh dari sumber air. Tim gabungan dari Balai TNWK, BPBD, TNI, Polri, dan relawan dikerahkan memadamkan api dengan peralatan tangan hingga pompa portabel.
LAMPUNG TIMUR — Kebakaran yang berlangsung sejak Selasa (22/9) itu memaksa tim gabungan bekerja ekstra di tengah medan yang sulit dijangkau. Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan menyatakan luas lahan terdampak diperkirakan mencapai 600 hektare.
"Kebakaran melanda kawasan Resort Pemangkuan Taman Nasional (RPTN) Cabang SPTN Wilayah II Bungur dengan estimasi luas lahan terdampak mencapai 600 hektare," kata Berton di Jakarta, Jumat.
BNPB mencatat tiga kendala berat yang memperlambat pemadaman. Akses medan sulit dijangkau, pasokan air terbatas, dan jarak antara titik api dengan sumber air cukup jauh.
Kondisi itu membuat tim tidak bisa mengandalkan pemadaman konvensional berbasis selang panjang. Pemadaman manual dengan peralatan tangan dan pelontar air atau jet shooter jadi pilihan pertama di lokasi.
Penanganan lanjutan diperkuat dengan pengerahan pompa portabel. Tim juga melakukan pemadaman tidak langsung lewat pembuatan ilaran api atau firebreak untuk memutus perambatan api ke area lain.
Metode itu dipilih karena api berpotensi menyebar ke habitat satwa dilindungi di kawasan konservasi. BNPB menjalankan fungsi koordinasi secara menerus dengan pengelola kawasan demi memastikan perlindungan tersebut.
Operasi pemadaman melibatkan unsur Balai TNWK, BPBD, TNI, Polri, dan relawan. Mereka bekerja di lapangan sejak kebakaran pertama kali dilaporkan.
BNPB belum menyampaikan kapan api dipastikan padam. Koordinasi dengan pengelola kawasan konservasi terus berjalan untuk mencegah sebaran api yang lebih luas.