BANDAR LAMPUNG — Kemah Bhakti Satya Linmas mempertemukan ribuan anggota Satlinmas Bandar Lampung dalam kegiatan yang berlangsung selama dua hari. Selain menjadi ajang pembinaan, kegiatan ini dirangkai dengan pengukuhan pengurus organisasi Linmas di wilayah tersebut.
Mirza menyebut Satlinmas selalu hadir dengan pendekatan humanis dalam menjalankan tugasnya di tengah masyarakat. Pendekatan itu, menurutnya, membuat anggota Linmas berperan menenangkan ketika ada persoalan, melindungi ketika ada ancaman, dan membantu ketika masyarakat membutuhkan.
"Satlinmas selalu hadir dengan pendekatan humanis, menenangkan ketika ada persoalan, melindungi ketika ada ancaman, dan membantu ketika masyarakat membutuhkan," ujar Mirza.
Karena itu, Kemah Bhakti Satya Linmas dinilai menjadi momentum untuk meningkatkan kemampuan dan kesiapsiagaan anggota menghadapi berbagai tantangan.
Mirza menegaskan kegiatan kemah ini menjadi ruang membangun disiplin, kapasitas, solidaritas, sekaligus memperkuat kesiapsiagaan anggota. Menurutnya, tantangan ke depan tidak semakin ringan sehingga anggota harus terus bersiap dan memantapkan diri.
"Di sinilah kita akan membangun disiplin, membangun kapasitas, membangun solidaritas, dan memperkuat kesiapsiagaan. Sebab tantangan ke depan tidak semakin ringan, maka kita harus terus bersiap dan memantapkan diri," katanya.
Pengukuhan pengurus organisasi Linmas juga menjadi sorotan dalam kegiatan ini. Mirza menilai pengukuhan bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum untuk memperbarui komitmen dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.
"Bukan hanya memasang pin atau menyerahkan pataka, tapi hari ini kita memperbarui komitmen. Bahwa setelah pulang dari tempat ini, ada amanah yang harus Bapak, Ibu sekalian jaga," tegasnya.
Ia meminta para pengurus dan anggota Satlinmas terus membantu masyarakat serta mendukung kemajuan desa dan kelurahan di Bandar Lampung.
"Ada masyarakat yang harus kita layani, dan ada desa atau kelurahan yang harus kita bantu untuk selalu dimajukan," sambungnya.
Satlinmas selama ini menjadi garda terdepan di tingkat kelurahan dan desa dalam menjaga ketertiban serta membantu warga saat terjadi persoalan. Keberadaan mereka dinilai penting karena bersentuhan langsung dengan kebutuhan harian masyarakat.
Melalui kemah dan pengukuhan pengurus, kesiapsiagaan anggota diharapkan tetap terjaga sehingga pelayanan kepada warga di seluruh wilayah Bandar Lampung bisa berjalan lebih optimal.