LAMPUNG — Kebocoran materi Grand Theft Auto VI kembali menjadi mimpi buruk bagi Rockstar Games. Pekan ini, Take-Two Interactive selaku perusahaan induk mengambil langkah hukum ekstrem dengan mengajukan petisi subpoena ke Pengadilan Distrik Selatan New York untuk membongkar identitas di balik akun "Cyberleek" yang diduga menjadi sumber penyebaran konten bocor.
Subpoena pertama ditujukan kepada Microsoft. Take-Two meminta raksasa perangkat lunak itu menyerahkan catatan bisnis dan investigasi internal terkait persona "Cyberleek" yang terhubung dengan repositori GitHub. Repositori tersebut diduga menyimpan materi berhak cipta milik Take-Two, termasuk konten audiovisual, karya seni, gambar, dialog, hingga elemen kreatif lain dari GTA VI.
Subpoena kedua menyasar Discord. Take-Two mendesak platform komunikasi itu membongkar data identitas lengkap dari sejumlah akun yang disebut terkait, antara lain CYBERLEEK, CINEMATICROCKSTAR, dan Surfer24k. Permintaan ini mencakup nama lengkap, nomor telepon, akun tertaut, hingga seluruh konten yang pernah dibagikan terkait Grand Theft Auto, Rockstar, atau Cyberleek.
Yang menarik, subpoena juga menyasar server Discord milik kreator konten GTA V populer, DarkViperAU, serta server bernama !Odyssey. Belum jelas keterkaitan keduanya dengan kebocoran, namun masuknya server komunitas ke dalam daftar permintaan menunjukkan penyelidikan Take-Two berjalan luas dan mendalam.
Cuplikan video GTA VI mulai menyebar di internet pada 18 Agustus. Take-Two bergerak cepat dengan menerbitkan permintaan penghapusan konten (takedown) di berbagai platform. Namun upaya tersebut tidak sepenuhnya berhasil—video baru terus bermunculan, bahkan beberapa di antaranya mengindikasikan bahwa Cyberleek memiliki build game yang dapat dimainkan.
Kebocoran ini datang di waktu yang sangat sensitif. Take-Two dan Rockstar sebelumnya telah menjadwalkan "tampilan mendalam" pertama untuk GTA VI melalui kerja sama eksklusif streaming dengan Netflix pada 27 Agustus. Insiden ini berpotensi mengganggu rencana pemasaran besar-besaran yang telah disiapkan menjelang perilisan November mendatang.
Ini bukan insiden pertama yang menimpa game paling dinanti dekade ini. Pada 2022, seorang remaja berusia 18 tahun yang merupakan anggota kelompok peretas Lapsus$ membocorkan cuplikan gameplay GTA VI. Aksi tersebut dilakukan dengan cara yang tidak lazim: menggunakan Amazon Fire TV Stick.
Setelah menjalani asesmen kesehatan mental yang menyimpulkan bahwa pelaku tidak layak diadili—dan bahkan mengaku akan kembali ke dunia kejahatan siber jika dibebaskan—hakim menjatuhkan vonis berupa perintah rawat inap di rumah sakit tanpa batas waktu. Kasus tersebut menjadi preseden bahwa kebocoran game skala besar bisa berujung pada konsekuensi hukum yang serius.
Bagi pemain yang menantikan GTA VI, kebocoran ini memang menawarkan bocoran visual yang menggiurkan. Namun perlu diingat, konten yang beredar adalah build pengembangan yang belum final. Kualitas grafis, mekanisme gameplay, dan elemen lain yang terlihat bisa berubah drastis pada versi rilis nanti.
Langkah hukum Take-Two yang agresif ini juga mengirim sinyal jelas: perusahaan tidak akan segan menuntut siapa pun yang membocorkan materi internal. Sebelumnya, perusahaan juga telah mengambil tindakan terhadap situs dan akun media sosial yang menyebarkan konten bocor.
Bagi yang tidak sabar menunggu, tampilan resmi pertama GTA VI melalui streaming Netflix pada 27 Agustus tetap menjadi momen yang layak dinantikan—tanpa risiko hukum yang mengintai.