LAMPUNG — Pasar earbuds open-ear semakin ramai, tetapi kehadiran Baseus Bowie MC2 memicu pertanyaan besar: mengapa harus merogoh kocek lebih dalam untuk produk premium? Dengan harga yang jauh di bawah US$100, TWS ini menghadirkan hampir semua fitur esensial yang dibutuhkan pengguna aktif, bahkan dengan beberapa keunggulan yang tidak dimiliki lawannya yang lebih mahal.
Baseus Bowie MC2 resmi meluncur pada awal Juli 2026 dengan harga US$79,99 atau sekitar Rp 1,3 juta. Di pasar Amerika Serikat, harganya sudah turun ke US$59,99 (sekitar Rp 990 ribu) hanya sebulan setelah rilis. Produk ini belum tersedia resmi di Indonesia, tetapi biasanya produk Baseus mudah ditemukan melalui toko daring atau importir umum.
Pesaing terdekatnya, Soundpeats Clip1, dijual lebih murah dengan spesifikasi lebih rendah. Sementara itu, model lain dari lini Baseus sendiri, Inspire XC1, dibanderol lebih tinggi, membuat Bowie MC2 menjadi pilihan paling ekonomis di kelasnya.
Daya tahan baterai menjadi nilai jual utama Baseus Bowie MC2. Dalam pengujian, earbuds ini mampu bertahan hingga 11,5 jam dalam sekali charge dengan fitur SuperBass aktif. Jika fitur tersebut dimatikan, durasi pemakaian bisa bertambah satu jam lebih lama.
Dengan casing pengisi daya, total waktu pemakaian mencapai 55 jam, atau 60 jam tanpa bass boost. Angka ini jauh di atas rata-rata earbuds open-ear lain yang biasanya hanya bertahan 8 jam untuk bud dan 40 jam dengan casing.
Catatan penting: earbuds ini tidak otomatis mati saat dimasukkan ke casing. Kami harus menghentikan pemutaran musik secara manual agar baterai tidak terkuras.
Bobot masing-masing bud hanya 5,1 gram, membuatnya nyaman dipakai berlama-lama. Lengkungan yang menyangkut di telinga kini menggunakan silikon lembut, menggantikan plastik keras pada model XC1. Tersedia juga bantalan kecil di bagian bud yang bersentuhan dengan telinga, sehingga tidak mudah lecet saat dipakai berlari.
Sertifikasi IP67 membuat earbuds ini tahan debu dan bisa terendam air dangkal, cocok untuk olahraga berat atau hujan deras. Namun, casing pengisi dayanya mudah meninggalkan bekas sidik jari, dan engsel tutupnya terasa ringkih.
Kelemahan lain ada pada sistem magnet di casing. Berbeda dengan kebanyakan earbuds cuff yang bud-nya bisa diletakkan di slot mana saja, Bowie MC2 memaksa bud kanan masuk ke slot kanan dan bud kiri ke slot kiri. Hal ini membuat proses memasukkan kembali earbuds sedikit merepotkan.
Bowie MC2 menggunakan driver dinamis 11mm dengan teknologi SuperBass 3.0. Profil suaranya sangat menonjolkan frekuensi rendah, memberikan dorongan energi yang pas untuk menemani latihan. Sayangnya, bass yang terlalu dominan membuat instrumen lain tenggelam, seperti suara gitar akustik dalam lagu "Time to Move On" dari Michigan Rattlers.
Detail di frekuensi menengah dan tinggi masih terjaga dengan baik, meski kadang kesulitan menangani suara simbal atau gitar twangy pada volume tinggi. Untuk pengguna Android, tersedia dukungan codec LDAC, tetapi fitur ini tidak bisa aktif bersamaan dengan mode SuperBass.
Aplikasi pendamping Baseus menyediakan equalizer delapan band dan delapan preset. Sayangnya, antarmuka aplikasi terasa kaku dan terjemahannya kurang mulus. Meski begitu, aplikasi ini tetap berguna untuk mengatur kontrol sentuh dan mode low-latency.
Baseus Bowie MC2 membuktikan bahwa earbuds open-ear murah bisa memberikan pengalaman yang hampir setara dengan produk premium. Untuk pengguna yang memprioritaskan daya tahan baterai, kenyamanan, dan ketahanan fisik, TWS ini adalah pilihan cerdas.
Namun, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan. Tombol fisik di bud sulit ditekan saat dipakai bergerak, dan bantalan telinga serta casingnya mudah kotor. Jika Anda bukan penggemar suara bass berat atau sering mengandalkan kontrol di earbuds, mungkin perlu mencari alternatif lain.
Untuk pasar Indonesia, Bowie MC2 menjadi opsi menarik bagi mereka yang ingin beralih ke earbuds open-ear tanpa menguras tabungan. Performa dan fiturnya sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan olahraga harian, dengan harga yang jauh lebih bersahabat dibandingkan kompetitor dari merek ternama.