BANDAR LAMPUNG — Ketegangan antara dua tetangga di Gang Walet, Kelurahan Tanjung Agung Raya, Kecamatan Kedamaian, Bandar Lampung, berujung pada keputusan sebuah keluarga untuk mengungsi. Septiani, pengurus PWI Lampung, menyatakan ia bersama keluarganya terpaksa meninggalkan rumahnya setelah mengaku diancam oleh tetangganya yang berinisial Wito pada Kamis (6/8/2026) sekitar pukul 01.00 WIB.
Kejadian ini bermula dari teguran sepupu Septiani yang akrab disapa Eneng. Eneng meminta Wito untuk mengecilkan suara bising yang dinilai mengganggu ketenangan warga yang sedang beristirahat.
"Eneng hanya mengatakan, 'Pak tolong dong, saya mau tidur, berisik'," ujar Septiani saat menceritakan awal mula insiden tersebut.
Teguran yang disampaikan secara santun itu justru memicu reaksi berlebihan. Menurut Septiani, Wito tidak terima ditegur dan kemudian melontarkan ancaman kepada Eneng. Puncaknya, Wito melempar botol minuman ke arah pintu dapur rumah keluarga Septiani.
Ketegangan semakin terasa karena saat peristiwa berlangsung, Ketua RT setempat, Edy, dan anggota Linmas bernama Kemat diketahui sedang berada di rumah Wito. Septiani menyebut Wito sempat menyampaikan rasa malunya karena ditegur Eneng di depan aparat lingkungan tersebut.
Demi menghindari potensi bahaya yang lebih besar, Septiani dan keluarganya memutuskan untuk tidak tinggal di rumah mereka untuk sementara waktu. Keputusan ini diambil sebagai langkah antisipasi atas dugaan ancaman yang mereka terima.
"Atas kejadian itu kami sekeluarga mengungsi untuk menghindari dia," kata Septiani menegaskan.
Menanggapi insiden ini, Septiani mengaku telah menyampaikan laporan awal kepada Bhabinkamtibmas setempat melalui pesan WhatsApp. Langkah ini diambil sebagai bentuk pengaduan resmi pertama atas dugaan pengancaman yang dialami keluarganya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi yang diperoleh dari pihak Wito maupun aparat kepolisian terkait dugaan pengancaman tersebut. Pihak kepolisian setempat juga belum memberikan konfirmasi mengenai rencana tindak lanjut atas laporan yang masuk.