Harga Pertamax dan Pertamax Turbo Turun per 1 Agustus 2026, Daftar Lengkap per Provinsi

Penulis: Qodri Anwar  •  Rabu, 05 Agustus 2026 | 09:13:02 WIB
Harga Pertamax dan Pertamax Turbo resmi turun per 1 Agustus 2026, sesuai ketentuan pemerintah.

LAMPUNG — Penurunan harga BBM non-subsidi ini dikonfirmasi langsung oleh Vice President Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, dalam keterangan resminya pada Sabtu (1/8/2026). Kebijakan ini merupakan bagian dari evaluasi berkala yang dilakukan pemerintah.

"Penyesuaian harga BBM Non-Subsidi dilakukan mengikuti ketentuan dan arahan pemerintah dengan mempertimbangkan perkembangan harga minyak dunia, nilai tukar rupiah, serta tetap memperhatikan daya beli masyarakat," ujar Kitty. Ia menambahkan bahwa harga minyak mentah global dan fluktuasi kurs menjadi dua variabel utama yang menentukan arah kebijakan.

Daftar Harga BBM Pertamina per 5 Agustus 2026

Meski harga dasar ditetapkan pusat, angka yang terpampang di pompa SPBU tidak seragam. Perbedaan ini muncul dari besaran Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) yang diputuskan masing-masing pemerintah daerah. Konsumen di Pulau Jawa dan Sumatera akan mendapati selisih harga yang tipis namun tetap terasa.

  • Wilayah Sumatera Bagian Utara dan Selatan — Aceh, Sumatera Utara, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, dan Lampung menerapkan tarif yang sama untuk semua jenis BBM.
  • Kawasan FTZ Sabang — Wilayah bebas pajak ini mendapat harga khusus yang lebih rendah dari rata-rata nasional.
  • Kawasan FTZ Batam — Sama seperti Sabang, Batam juga menikmati insentif fiskal sehingga harga jual di SPBU setempat berbeda dari kota-kota besar lain.

Menariknya, penurunan harga kali ini tidak menyentuh segmen diesel. Harga Dexlite dan Pertamina Dex masih bertahan di level sebelumnya. Begitu pula dengan BBM bersubsidi Pertalite dan Biosolar yang harganya tidak berubah sejak awal tahun.

Mengapa Harga BBM Non-Subsidi Berubah tapi Pertalite Tetap?

Logika di balik perbedaan nasib ini sederhana. Harga BBM non-subsidi seperti Pertamax dan Pertamax Turbo mengikuti mekanisme pasar. Ketika harga minyak dunia melemah atau rupiah menguat, Pertamina punya ruang untuk menurunkan tarif.

Berbeda dengan Pertalite dan Biosolar yang merupakan produk penugasan pemerintah. Harganya ditetapkan langsung oleh negara dan tidak terpengaruh fluktuasi pasar. Subsidi tetap digelontorkan agar daya beli masyarakat kecil terjaga.

Bagi pengendara yang ingin memastikan tarif terkini di kotanya, pengecekan bisa dilakukan melalui aplikasi MyPertamina. Tampilan harga di aplikasi tersebut biasanya diperbarui mengikuti penyesuaian terbaru dan mencakup seluruh jaringan SPBU di Indonesia.

Perlu dicatat, daftar harga yang berlaku hari ini merupakan hasil keputusan yang diumumkan awal bulan. Artinya, angka ini akan bertahan setidaknya hingga evaluasi berikutnya yang kemungkinan dilakukan pada September 2026.

Reporter: Qodri Anwar
Sumber: money.kompas.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top