BANDARLAMPUNG — Program KKN Transformatif 2026 UIN Raden Intan Lampung tidak sekadar menggugurkan kewajiban Satuan Kredit Semester (SKS) bagi mahasiswa. Ribuan peserta yang terjun kali ini diarahkan untuk menyentuh persoalan perkotaan yang konkret, mulai dari ketahanan lingkungan pesisir hingga pengembangan ekonomi hijau di ibu kota Provinsi Lampung tersebut.
Rektor UIN Raden Intan Lampung melalui Wakil Rektor 1, Prof. Dr. Andi Thahir, M.A., menegaskan bahwa kampus tidak boleh menjadi "menara gading" yang jauh dari dinamika warga. Menurutnya, KKN adalah laboratorium sosial di mana ilmu akademis bertemu langsung dengan realitas kebutuhan masyarakat.
"KKN bukan sekadar memenuhi ketersediaan SKS. Melainkan ruang belajar kehidupan di mana ilmu bertemu dengan realitas. Idealisme bertemu dengan kebutuhan masyarakat," ujar Prof. Dr. Andi Thahir dalam sambutan yang dibacakannya pada seremoni pelepasan.
Prof. Andi menekankan bahwa ukuran sukses dari pengabdian ini tidak dilihat dari dokumen administratif. Keberhasilan justru diukur dari seberapa dalam masyarakat merasakan dampak nyata dari program kerja yang dijalankan mahasiswa selama satu bulan.
Sebanyak 116 Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) diterjunkan untuk mendampingi ribuan mahasiswa yang tersebar di 116 lingkungan. Pendampingan ini diharapkan memastikan setiap program berjalan sesuai kebutuhan warga, bukan sekadar agenda seremonial.
Pemerintah Kota Bandar Lampung menyambut positif langkah kampus ini. Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Wilson Faisol, S.E., M.M., yang mewakili Wali Kota, secara resmi menerima para mahasiswa sebagai bagian dari mitra pembangunan kota.
"Atas nama Pemerintah Kota Bandar Lampung, saya menyatakan menerima secara resmi 2.191 mahasiswa KKN Transformatif UIN Raden Intan Lampung Tahun 2026 sebagai mitra pembangunan kota selama pelaksanaan KKN," ungkap Wilson Faisol saat membacakan sambutan Wali Kota.
Dukungan tidak berhenti pada sambutan. Pemkot telah menginstruksikan seluruh jajaran aparatur mulai dari tingkat kecamatan, kelurahan, hingga kepala lingkungan untuk mendampingi dan memfasilitasi kebutuhan para mahasiswa selama masa pengabdian berlangsung.
Tema yang diusung dalam pelepasan kali ini adalah "Penguatan Kolaborasi Kampus dan Kota Membangun Bandar Lampung yang Berkelanjutan". Fokus kerja mahasiswa mencakup pengembangan ekowisata perkotaan serta pemberdayaan masyarakat dan komunitas inklusif.
Pemkot menilai keterlibatan ribuan mahasiswa ini sebagai langkah strategis untuk membantu menyelesaikan berbagai isu perkotaan yang selama ini menjadi pekerjaan rumah pemerintah daerah. Dengan pendekatan akademis yang dibawa mahasiswa, diharapkan muncul solusi-solusi baru bagi