BANDARLAMPUNG — Kekeringan akibat El Nino di Lampung tidak membuat lahan pertanian di sejumlah kabupaten terbengkalai. BBWS Mesuji-Sekampung mengerahkan seluruh infrastruktur yang dimiliki, mulai dari membuka pintu floodway hingga mengaktifkan sumur irigasi air tanah, untuk menjaga pasokan air bagi warga dan petani.
Kepala BBWS Mesuji-Sekampung, Elroy Koyar, menyatakan berbagai langkah strategis telah disiapkan untuk mengantisipasi dampak musim kemarau. "Kami melakukan berbagai langkah strategis untuk mengantisipasi dan menangani dampak kekeringan akibat musim kemarau yang dipengaruhi fenomena El Nino di Provinsi Lampung," ujarnya di Bandarlampung, Jumat.
Salah satu operasi krusial dilakukan di Bendung Gerak Jabung. Dua pintu floodway bernomor 1 dan 2 dibuka dengan elevasi masing-masing 10 sentimeter, menghasilkan debit aliran 23,56 meter kubik per detik.
Aliran air ini dialirkan ke hilir menuju Desa Sukapura, Kecamatan Sragi, Kabupaten Lampung Selatan. Air yang mengisi Saluran Floodway Pisang ini terbukti mampu mendorong intrusi air laut, mengubah kondisi air menjadi tawar dengan pH 7.
"Langkah ini memberikan manfaat bagi sekitar 500 hektare areal persawahan," kata Elroy Koyar.
Selain mengandalkan bendungan, BBWS Mesuji-Sekampung menghidupkan kembali sumur-sumur Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) yang tersebar di Kabupaten Pringsewu dan Lampung Selatan. Total ada empat sumur yang dioperasikan untuk menutup defisit air irigasi.
Di Kabupaten Pringsewu, dua sumur di Kecamatan Pardasuka diaktifkan, yakni Sumur SBE.36 dengan debit 22,11 liter per detik dan Sumur SBP.109 berdebit 22,63 liter per detik. Kedua sumur ini melayani kebutuhan irigasi sekitar 300 hektare lahan pertanian.
Sementara itu, di Kabupaten Lampung Selatan, BBWS mengoperasikan Sumur SBP.175 dan Sumur SBP.93 di Kecamatan Natar. Keduanya memiliki debit masing-masing 29 liter per detik dan 83,36 liter per detik, serta mampu mengairi sekitar 400 hektare lahan pertanian.
Untuk menjangkau warga yang membutuhkan, BBWS Mesuji-Sekampung telah membentuk Posko Siaga Kekeringan. Posko ini menjadi pusat penerima laporan dan permintaan bantuan dari masyarakat yang kesulitan mendapatkan air bersih.
Masyarakat dapat menghubungi Hotline Posko Siaga Kekeringan di nomor 0823-7512-3622 atau 0823-7311-4311. "Bila memang memerlukan bantuan air kami akan segera menerjunkan tim," tegas Elroy Koyar.
Tim lapangan BBWS Mesuji-Sekampung telah menyalurkan bantuan air bersih ke Perumahan Bukit Alam Asri, Jalan Raya Suban, Kelurahan Pidada, Kecamatan Panjang, Kota Bandarlampung. Bantuan serupa juga menjangkau Desa Rejo Katon dan Desa Rantau Fajar di Kecamatan Raman Utara, Lampung Timur, serta Desa Gunung Sugih, Kecamatan Kedondong, Kabupaten Pesawaran.
Elroy berharap seluruh upaya ini mampu menahan laju dampak kekeringan hingga cuaca kembali normal. "Dengan berbagai upaya tersebut, BBWS Mesuji Sekampung berharap kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi, produktivitas pertanian dapat terjaga, serta dampak kekeringan akibat El Nino dapat diminimalkan," pungkasnya.