Pertamina Borong 12 Studi Bersama Mitra Global, Area Eksplorasi Membentang dari Aceh hingga Malaysia

Penulis: Surya Dinata  •  Selasa, 28 Juli 2026 | 12:38:32 WIB
Direktur Eksplorasi PHE Asep Samsul Arifin menyampaikan pernyataan dalam konferensi pers di Lampung, Minggu (20/4).

LAMPUNG — Direktur Eksplorasi PHE Asep Samsul Arifin menyebut eksplorasi sebagai investasi jangka panjang yang tidak bisa ditawar. "Eksplorasi merupakan investasi jangka panjang bagi keberlanjutan industri hulu migas," ujarnya dalam keterangan resmi, Minggu (20/4).

Pemain Terbesar Joint Study di Indonesia

Data Ditjen Migas per April 2026 menempatkan PHE sebagai perusahaan dengan jumlah Joint Study terbanyak di Indonesia, yakni 10 studi. Hingga Juli 2026, jumlahnya bertambah menjadi 12 studi — 10 di antaranya masih berjalan, satu selesai, dan satu lagi menunggu persetujuan pemerintah.

Mitra yang diajak kerja sama bukan kaleng-kaleng: Petronas, BP, ENI, KUFPEC, SK Earthon, PetroChina, POSCO, TPAO, hingga Woodside. Area studi membentang dari barat hingga timur Indonesia.

Ekspansi ke Malaysia dan Blok Anyar

Di level regional, PHE menjajaki kerja sama dengan Management Petroleum Malaysia (MPM) melalui skema Technical Evaluation Agreement (TEA) di beberapa blok migas Negeri Jiran. Sementara itu, delapan wilayah kerja anyar yang diraup di dalam negeri meliputi Bunga, Peri Mahakam, East Natuna, Melati, Binaiya, Lavender, Bobara, dan North Ketapang. Satu blok tambahan di Malaysia bernama SK-510.

“Melalui perluasan wilayah kerja, penguatan kolaborasi dengan mitra global, serta penerapan teknologi eksplorasi yang semakin maju, kami terus membangun portofolio yang berkualitas,” tambah Asep.

Menjaga Ketahanan Energi di Tengah Tekanan Produksi

Langkah agresif ini menjadi krusial mengingat produksi minyak bumi nasional terus menurun dalam satu dekade terakhir. Tanpa temuan cadangan baru, Indonesia berisiko semakin bergantung pada impor. PHE mengklaim ekspansi ini bagian dari komitmen mendukung kemandirian energi nasional.

“Langkah ini menjadi bagian dari komitmen PHE dalam mendukung ketahanan dan kemandirian energi nasional," tegas Asep.

Dengan portofolio yang kini membentang dari Sumatera hingga Papua, tekanan kini beralih ke eksekusi: seberapa cepat temuan migas baru bisa dikonversi menjadi produksi.

Reporter: Surya Dinata
Sumber: jogja.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top