BANDAR LAMPUNG — Universitas Teknokrat Indonesia, satu-satunya perguruan tinggi mitra Puspresnas di lingkungan LLDIKTI Wilayah II, menuntaskan rangkaian BTI 2026 Bidang Kecerdasan Artifisial. Penutupan program yang berlangsung sejak 7 Juli itu ditandai dengan Mini Expo Kecerdasan Artifisial di Aula kampus setempat.
Kepala Puspresnas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Dr. Maria Veronica Irene Herdjiono, S.E., M.Si., menutup acara secara resmi melalui sambungan Zoom. Turut hadir langsung Pejabat Pembuat Komitmen Puspresnas, Yuni Handayani, S.E., serta Ririn Kusumawati.
Para peserta yang berasal dari Aceh, Sumatera Barat, Riau, Sumatera Selatan, dan Lampung mempresentasikan proyek hasil pembelajaran dari sepuluh modul pelatihan. Materi yang diajarkan mencakup pengenalan Artificial Intelligence, pemrograman Python, machine learning, supervised learning, hingga etika AI.
Yang menarik, seluruh proyek yang dipamerkan berfokus pada solusi nyata untuk menjawab persoalan di lingkungan masyarakat dan daerah asal masing-masing peserta. Suasana pameran menjadi ruang kolaborasi antara siswa SMA berprestasi dan mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia yang turut hadir menyaksikan presentasi.
Narasumber BTI 2026 Bidang Kecerdasan Artifisial, Ridwan Mahenra, S.Kom., M.C.S.(AI), yang merupakan dosen Universitas Teknokrat Indonesia, mengaku bangga melihat perkembangan peserta selama mengikuti program.
"Tujuh hari memang bukan waktu yang panjang. Namun peserta mampu membuktikan bahwa dengan bimbingan yang tepat dan semangat belajar yang tinggi, mereka dapat menghasilkan solusi AI yang bermanfaat. Kami bangga karena mereka tidak hanya mampu membuat program, tetapi juga mampu berpikir sebagai pemecah masalah," ujar Ridwan.
Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. H. M. Nasrullah Yusuf, S.E., M.B.A., bersama jajaran pimpinan, dosen, dan mahasiswa turut hadir dalam acara penutupan. Kehadiran Rektor menunjukkan komitmen kuat kampus dalam mendukung pengembangan talenta digital Indonesia melalui program strategis nasional.
Wakil Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. H. Mahathir Muhammad, S.E., M.M., menegaskan bahwa keberhasilan penyelenggaraan BTI 2026 merupakan bukti nyata komitmen kampus sebagai institusi yang berdampak.
"Universitas Teknokrat Indonesia tidak hanya berkomitmen menghasilkan lulusan yang unggul, tetapi juga turut mengambil peran dalam membina talenta-talenta muda Indonesia. Kami bangga dipercaya menjadi satu-satunya perguruan tinggi mitra Puspresnas di lingkungan LLDIKTI Wilayah II. Kepercayaan ini akan terus kami jaga melalui inovasi, kolaborasi, dan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan nasional," ujar Dr. Mahathir Muhammad.
Sebagai perguruan tinggi yang unggul di bidang teknologi, Universitas Teknokrat Indonesia didukung berbagai fasilitas modern. Laboratorium Artificial Intelligence (AI), Laboratorium Komputer, Laboratorium Internet of Things (IoT), Laboratorium Robotika, smart classroom, perpustakaan digital, pusat inovasi teknologi, serta jaringan internet berkecepatan tinggi menjadi penunjang proses pembelajaran dan penelitian.
Penyelenggaraan BTI 2026 juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui pengembangan talenta digital, SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui penciptaan sumber daya manusia unggul, serta SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur).
Koordinator BTI 2026 Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. Ryan Randy Suryono, S.Kom., M.Kom., menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung suksesnya program tersebut. "Kami mengucapkan terima kasih kepada Puspresnas atas kepercayaan yang diberikan kepada Universitas Teknokrat Indonesia sebagai mitra nasional," ungkap Ryan.