LAMPUNG — Spanyol memperkenalkan strategi Tourism 2030 untuk mengurai kepadatan wisatawan di Madrid dan Barcelona dengan mendorong kunjungan ke destinasi yang belum banyak terjamah. Kebijakan ini menempatkan warga lokal, keberlanjutan, dan pemerataan kunjungan sebagai fokus utama. Seruan itu disampaikan dalam Arabian Travel Market di Dubai.
Direktur Kantor Pariwisata Spanyol untuk kawasan Teluk dari Turespana, Carlos Ruiz Gonzalez, menyerukan agar wisatawan tidak hanya menumpuk di situs-situs populer. Seruan tersebut disampaikan dalam ajang Arabian Travel Market di Dubai. Spanyol menyiapkan strategi jangka panjang yang menyasar akar masalah overtourism, bukan sekadar kampanye musiman.
Mengapa Spanyol Mengubah Arah Pariwisatanya
Tekanan wisatawan di Madrid dan Barcelona sudah lama menjadi keluhan warga lokal. Harga hunian naik, ruang publik penuh, dan kualitas hidup menurun di kawasan pusat kota. Pemerintah Spanyol menyusun strategi Tourism 2030 untuk menjawab persoalan itu secara struktural.
Strategi ini tidak dibuat oleh satu kementerian saja. Lebih dari 200 pakar pariwisata, pelaku usaha, lembaga pemerintah, dan organisasi lain dilibatkan dalam penyusunannya. Cakupan pembahasannya luas: perubahan iklim, lapangan pekerjaan, tekanan hunian, kepadatan wisatawan, hingga berkurangnya populasi di sejumlah wilayah.
Lima Kelompok yang Jadi Prioritas
Strategi Tourism 2030 menempatkan lima kelompok sebagai poros kebijakan. Warga lokal masuk di dalamnya, berdampingan dengan destinasi, pelaku usaha, pekerja pariwisata, dan wisatawan. Penempatan warga lokal sebagai pihak utama menandakan pergeseran pendekatan: pariwisata tidak lagi hanya soal jumlah kunjungan, tetapi juga dampaknya bagi masyarakat setempat.
Carlos Ruiz Gonzalez menjelaskan bahwa destinasi yang belum banyak dikunjungi menjadi salah satu fokus kebijakan. Artinya, wisatawan diajak menyebar ke wilayah di luar Madrid dan Barcelona. Langkah ini diharapkan mengurangi beban kota-kota besar sekaligus menggerakkan ekonomi di daerah yang selama ini terlewat.
Dampak bagi Wisatawan Indonesia
Bagi traveler Indonesia yang merencanakan perjalanan ke Spanyol, arah kebijakan ini bisa memengaruhi pilihan rute. Kota-kota besar tetap menjadi pintu masuk utama, tetapi kunjungan ke wilayah sekunder akan semakin didorong. Perencanaan perjalanan yang menyertakan kota kecil atau kawasan pedesaan berpotensi mendapat sambutan lebih baik dari otoritas setempat.
Perubahan ini juga sejalan dengan tren perjalanan yang lebih lambat dan mendalam. Wisatawan yang tinggal lebih lama di satu wilayah, menggunakan transportasi lokal, dan membeli dari usaha kecil justru sejalan dengan semangat Tourism 2030. Informasi terkini soal destinasi yang diprioritaskan dapat dikonfirmasi melalui kantor pariwisata Spanyol atau Turespana.
Yang Perlu Dicatat Sebelum Berangkat
Strategi ini belum mengubah aturan kunjungan secara langsung. Belum ada informasi resmi soal pembatasan kuota atau tarif khusus untuk situs tertentu. Wisatawan tetap perlu memantau pengumuman resmi menjelang keberangkatan, terutama jika merencanakan kunjungan ke Madrid dan Barcelona pada musim ramai.
Spanyol memposisikan kebijakan ini sebagai upaya menjaga keseimbangan antara manfaat ekonomi dan kenyamanan warga. Bagi traveler, pesan utamanya sederhana: sebar kunjungan, hormati ritme lokal, dan jangan berhenti di situs yang sudah ramai.