LAMPUNG — Marc Marquez menilai team order hanya dibutuhkan pembalap yang tidak punya kecepatan, pernyataan tajam yang tampak menyasar kubu Aprilia menjelang MotoGP Australia 2026 di Sirkuit Phillip Island. Isu instruksi tim memanas setelah Aprilia mendominasi empat posisi teratas di Mandalika, sementara Jorge Martin memimpin klasemen dengan keunggulan tipis dua poin atas Marquez.
Pembalap Ducati itu menyampaikan komentar tersebut saat menjawab pertanyaan wartawan soal wacana team order yang kian berembus menjelang berakhirnya MotoGP 2026. Dengan lima balapan tersisa, persaingan gelar juara melibatkan Martin dari Aprilia, Marquez dari Ducati, dan rekan setim Martin, Marco Bezzecchi.
Marquez tidak menyebut nama tim tertentu, tapi arah pernyataannya jelas. Ia menegaskan pembalap dengan kecepatan mumpuni tidak perlu bergantung pada arahan tim.
"Mengenai team order, jika Anda memiliki kecepatan, Anda tidak memerlukan team order," ujar Marc Marquez seperti dikutip dari Crash.
"Jika Anda tidak memiliki kecepatan, barulah Anda membutuhkan itu," tegas juara dunia MotoGP tujuh kali tersebut.
Pembalap berjuluk The Baby Alien itu memilih tidak ambil pusing dengan skenario yang disiapkan lawan. Fokusnya tetap pada performa sendiri di Phillip Island.
"Jadi, kita lihat saja nanti. Saat ini, saya fokus pada diri sendiri. Saya berusaha memberikan 100 persen kemampuan saya. Memang benar, kami perlu melihat apakah kami mampu bersaing melawan seluruh kekuatan besar Aprilia," pungkas Marquez.
Kekhawatiran soal team order bukan tanpa dasar. Pada Seri Pertamina MotoGP Mandalika 2026, pembalap Aprilia menyapu bersih empat posisi teratas lewat Marco Bezzecchi, Raul Fernandez, Jorge Martin, dan Ai Ogura.
Ducati hanya mampu menempatkan Marquez di urutan keenam. Hasil itu memperlebar tekanan pada pabrikan Borgo Panigale di sisa musim.
Kabar pertemuan internal kubu Aprilia yang diduga membahas taktik antarpembalap demi mengamankan posisi Martin turut menguatkan spekulasi. Martin kini memimpin klasemen sementara dengan keunggulan tipis dua poin atas Marquez.
Manajer Ducati Davide Tardozzi secara terpisah sudah memprediksi langkah Aprilia. Menurutnya, tim asal Noale, Venesia, Italia, itu punya hak mengarahkan pembalapnya demi gelar juara dunia.
"Mereka mempunyai hak untuk memberikan perintah kepada pengendaranya, dan saya yakin mereka akan melakukan itu cepat atau lambat," kata Tardozzi.
"Saya juga akan melakukan hal yang sama. Di masa lalu, kami selalu mendukung pengendara satelit kami dan bahkan melawan mereka, berusaha untuk menjaga agar semua pengendara tetap selaras. Mereka berjuang melawan pabrikan lain, jadi saya harap mereka menggunakan semua cara yang ada," sambungnya.
MotoGP Australia 2026 di Sirkuit Phillip Island menjadi ujian berikutnya bagi Marquez dan Ducati. Trek tepi pantai dengan karakter cepat itu kerap melahirkan balapan ketat, dan lima seri tersisa tidak menyisakan ruang untuk kesalahan.
Bagi Aprilia, hasil di Mandalika memberi modal kepercayaan diri. Bagi Marquez, jawaban terbaik atas wacana team order adalah kecepatan di lintasan, sesuai kalimatnya sendiri.