Damkar Lampung Selatan Padamkan Dua Titik Karhutla di Kalianda, Angin Kencang dan Rumput Kering Percepat Api Menjalar

Penulis: Rendi Kusuma  •  Kamis, 27 Agustus 2026 | 01:40:02 WIB
Petugas pemadam kebakaran menyemprotkan air ke area terdampak karhutla di Kalianda, Lampung Selatan, Kamis (21/11/2024).

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kabupaten Lampung Selatan mengerahkan personel dan armada untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di dua lokasi berbeda di wilayah Kalianda pada Kamis (21/11). Kebakaran yang terjadi hampir bersamaan itu berhasil dijinakkan dalam waktu kurang dari satu jam di masing-masing titik, namun petugas sempat kesulitan akibat angin kencang dan hamparan rumput kering yang mudah terbakar.

KALIANDA — Dua titik kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi hampir bersamaan di Kabupaten Lampung Selatan berhasil dipadamkan petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) setempat. Titik pertama berada di depan Gedung Kresna, Desa Tajimalela, dan titik kedua di Kelurahan Way Urang, Kecamatan Kalianda.

Kepala Bidang Damkar Dinas Damkarmat Lampung Selatan Rully Fikriansyah mengatakan, timnya langsung bergerak setelah menerima laporan warga untuk mencegah api meluas ke permukiman maupun fasilitas umum di sekitar lokasi.

Dua Lokasi Kebakaran, Satu Hari yang Sama

Laporan kebakaran pertama masuk pada pukul 11.21 WIB di Desa Tajimalela dan api berhasil dipadamkan pada pukul 12.00 WIB. Kurang dari dua jam kemudian, laporan kedua diterima petugas dari Kelurahan Way Urang pada pukul 13.11 WIB dan proses pemadaman tuntas pada pukul 13.40 WIB.

“Petugas segera kami kerahkan untuk melakukan pemadaman dan memastikan api tidak meluas ke area lainnya,” kata Rully di Kalianda.

Angin Kencang dan Rumput Kering Jadi Kendala Utama

Proses pemadaman tidak berjalan mulus. Kondisi lapangan yang berangin kencang membuat api cepat berpindah, sementara vegetasi berupa rumput kering di lokasi kejadian mempercepat penjalaran api. Hal ini sempat menyulitkan personel di kedua titik kebakaran.

Setelah api dinyatakan padam, petugas tidak langsung menarik armada. Penyisiran tetap dilakukan di sekitar area terdampak untuk memastikan tidak ada bara yang tersisa dan berpotensi memicu titik api baru.

“Setelah api berhasil dipadamkan, petugas tetap melakukan pendinginan dan pemantauan di sekitar lokasi untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api,” ucapnya.

Imbauan ke Warga: Jangan Bakar Lahan Saat Musim Kemarau

Damkar Lampung Selatan mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar, terutama di tengah kondisi cuaca panas dan kering seperti sekarang. Api yang terkesan kecil bisa dengan cepat menjalar dan sulit dikendalikan.

Warga yang melihat kepulan asap atau titik api diminta segera melaporkan ke petugas agar penanganan bisa dilakukan lebih dini sebelum kebakaran meluas. Langkah ini menjadi bagian dari kesiapsiagaan pemerintah daerah menghadapi potensi karhutla sekaligus menjaga keselamatan masyarakat dan lingkungan di Kabupaten Lampung Selatan.

Reporter: Rendi Kusuma
Sumber: lampung.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top