BANDARLAMPUNG — Sebanyak 1.242.582 warga Lampung menerima bantuan pangan beras dari pemerintah melalui Perum Bulog. Total beras yang disalurkan mencapai 37.277 ton untuk alokasi tiga bulan, yaitu Juli, Agustus, dan September.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengungkapkan, penyaluran ini merupakan tindak lanjut instruksi Presiden untuk membantu masyarakat menengah ke bawah. Setiap penerima manfaat mendapatkan jatah 10 kilogram beras per bulan, sehingga total 30 kilogram untuk tiga bulan sekaligus.
Dalam kunjungannya ke Kampung Mekar Jaya, Kabupaten Lampung Tengah, Ahmad Rizal Ramdhani didampingi Menteri Pertanian. Di kampung tersebut, sebanyak 17,43 ton beras telah disalurkan kepada 581 penerima manfaat.
"Ini adalah salah satu bentuk kepedulian pemerintah kepada masyarakat yang tidak mampu, dengan memberikan bantuan pangan berupa beras langsung untuk tiga bulan, dan ini juga jadi hadiah perayaan Kemerdekaan Republik Indonesia kemarin agar masyarakat menengah ke bawah terbantu," ujar Ahmad Rizal Ramdhani.
Secara keseluruhan, Kabupaten Lampung Tengah mendapat alokasi bantuan pangan beras sebesar 5.620 ton. Jumlah tersebut didistribusikan kepada 187.359 penerima manfaat yang tersebar di berbagai kampung dan kelurahan.
Penyaluran bantuan ini dilakukan serentak di seluruh Indonesia dengan total penerima manfaat nasional mencapai 33,2 juta orang. Bulog memastikan distribusi beras berjalan lancar sesuai jadwal yang telah ditetapkan pemerintah.
Bantuan pangan beras ini menjadi salah satu instrumen pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus menstabilkan harga beras di pasaran. Dengan penyaluran langsung ke penerima manfaat, diharapkan beban pengeluaran rumah tangga untuk kebutuhan pokok dapat berkurang.
Masyarakat yang berhak menerima bantuan ini adalah mereka yang terdaftar dalam data penerima manfaat pemerintah. Bulog berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat untuk memastikan bantuan tepat sasaran.