LAMPUNG — Realisasi penggunaan dana ini merupakan kelanjutan dari aksi korporasi yang digelar perseroan pada 2 Agustus 2023 silam. Kala itu, CNMA mematok harga penawaran Rp270 per saham dan berhasil mengantongi dana bruto Rp2,25 triliun sebelum dipotong biaya emisi.
Berdasarkan laporan yang dirilis manajemen, alokasi belanja modal untuk ekspansi fisik menjadi pos penyerap dana terbesar. Selain untuk pembangunan teater, perseroan juga mengalokasikan dana segar untuk memperkuat struktur permodalan.
Sisa dana lainnya digunakan untuk menjaga likuiditas operasional. Adapun rincian lengkap penggunaan dana tersebut adalah sebagai berikut:
Dengan realisasi tersebut, CNMA tidak memiliki sisa dana hasil IPO yang menganggur (idle). Langkah agresif ini menunjukkan komitmen emiten bersandi CNMA itu untuk terus menambah jumlah layar di tengah persaingan industri bioskop yang kian ketat.
Langkah ini juga menjadi sinyal bagi pelaku pasar bahwa CNMA masih agresif dalam belanja modal. Meski demikian, perseroan tetap menyisihkan porsi signifikan untuk mengurangi beban bunga, yang otomatis akan memperbaiki kinerja bottom line ke depan.
Bagi investor, realisasi dana IPO yang tepat sasaran ini menjadi indikator tata kelola yang baik. Efisiensi biaya emisi yang membuat dana bruto Rp2,25 triliun menyusut tipis menjadi Rp2,17 triliun juga menunjukkan proses IPO yang berjalan mulus tanpa biaya tak terduga yang besar.