MTsN 1 Bandar Lampung Padatkan Pembinaan Kemenag, Hari Pramuka, dan Lomba HUT RI dalam Sepekan

Penulis: Qodri Anwar  •  Sabtu, 15 Agustus 2026 | 12:00:02 WIB
Suasana pembinaan Kemenag di MTsN 1 Bandar Lampung berlangsung khidmat dengan penampilan Tari Sembah Batin dari enam siswi ekstrakurikuler seni tari.

BANDAR LAMPUNG — Tiga agenda besar digelar serentak di MTsN 1 Bandar Lampung dalam sepekan terakhir, menjadikan madrasah ini sebagai pusat aktivitas pembinaan karakter dan kegembiraan siswa. Kepala Kantor Kemenag Kota Bandar Lampung, Erwinto, membuka rangkaian acara dengan pembinaan yang diikuti para pendidik dan tenaga kependidikan pada Rabu (12/8).

Pembinaan tersebut menjadi momen penyemangat bagi guru, sementara para siswa langsung bergerak merayakan Hari Pramuka dan mengikuti lomba ketangkasan antar-kelas di hari yang sama. Seluruh rangkaian berlangsung di bawah koordinasi Kepala MTsN 1 Bandar Lampung, Dr. H. Hamsir, S.Pd., M.Pd.I.

Empat Poin Krusial Pembinaan Kemenag untuk Guru

Dalam arahannya, Erwinto menyampaikan empat materi utama yang menjadi perhatian para pendidik. Pertama, soal martabat peserta didik yang menekankan bahwa guru memegang amanah penuh untuk menjaga keamanan dan kenyamanan lingkungan madrasah, termasuk bebas dari perundungan.

Kedua, penerapan merit system bagi ASN Kemenag yang akan diberlakukan penuh pada 2027 sebagai dasar pengembangan karier. Hal ini menuntut para guru untuk membangun kinerja dan prestasi sejak sekarang.

Materi ketiga menekankan digitalisasi administrasi. Erwinto mendorong efisiensi tata kelola yang berbasis digital, namun tetap diimbangi kesiapan mengajar yang matang. Terakhir, ia mengingatkan tiga filosofi pendidikan: metode itu penting, guru jauh lebih penting, dan ruh atau kesungguhan guru adalah inti pendidikan.

Tari Sembah Batin Meriahkan Penyambutan Tamu

Suasana pembinaan kian semarak dengan penampilan Tari Sembah Batin dari enam siswi ekstrakurikuler seni tari. Mereka adalah Airin Almaira Wahyunissa (8B), Khansa Almaira Putri (8B), Syakira Deandra Anasiska (9D), Queeta Annisa Febriyani (9A), Bulan Nayla Ramadhani (8B), dan Lunar Hayu Lenjana (9D).

Para siswi berhasil memukau tamu undangan lewat gerakan anggun khas Lampung. Queeta mengaku sangat antusias dan berharap panggung tari madrasah lebih sering tampil pada momen besar seperti Hari Guru. Namun, Airin dan Lunar memberikan catatan berharga mengenai pentingnya ketepatan waktu dan persiapan tari yang lebih matang untuk penyempurnaan agenda ke depan.

Petugas Semaphore dan Perlombaan Antar-Kelas

Memasuki peringatan Hari Pramuka, lapangan MTsN 1 Bandar Lampung berubah menjadi arena riuh penuh warna. Upacara berjalan tertib dengan petugas semaphore seperti Khayla Adiva Kirana (7J) dan Eka Septiana Saputri (7J) yang tampil sigap, serta Faura Dhiya Bana (7J) yang turut menyemarakkan tarian.

Khayla dan Eka mengingatkan pentingnya kedisiplinan seluruh peserta agar acara tetap kondusif. Usai upacara, perlombaan antar-kelas langsung digelar dan memicu gelak tawa. Pada lomba Estafet Kaki Air, Qais Wahyu Az Zilla (7J), Danial (7G), dan Al Gibran Aziz Fatharyadi (7G) berjuang habis-habisan. Danial menyarankan kualitas cup air diperhatikan agar tidak mudah pecah saat lomba.

Joget Balon hingga Estafet Tepung, Siswa Beri Masukan

Lomba Joget Balon menjadi ajang antusiasme Dzakiyya Talita Sakhi (7J) yang berharap jenis perlombaan hiburan makin bervariasi. Sementara itu, pada lomba Estafet Tepung, Putri Aulia Nada Fianti (7J) dan Khoirunnisa Al Fathin (7J) merasa sangat puas dan memuji keramahan para kakak panitia.

Harapan serupa juga disampaikan M. Naufal Ghafiqi (7J), Sultan Muhammad Alfatih (7J), Nathasya Allysha Setiawan (7J), Nadya Alyssa Azzahra (7J), Raisya Syakila Amelia (7J), dan Razel Keane Sazli (7J). Mereka menikmati rangkaian lomba dan berharap ke depan variasi lomba semakin banyak, penilaian lebih adil, serta melibatkan lebih banyak siswa.

Masukan-masukan spontan dari siswa hingga 14 Agustus 2026 itu menjadi bukti kepemilikan tinggi terhadap madrasah. Rangkaian kegiatan ini dinilai bukan sekadar hiburan, melainkan media pembelajaran karakter yang efektif bagi para peserta didik.

Reporter: Qodri Anwar
Sumber: kompasiana.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top