41.986 Ruang Kelas Rusak di Lampung, Disdik Fokus Revitalisasi 140 SMA dan SMK pada 2026

Penulis: Teguh Prasetyo  •  Kamis, 13 Agustus 2026 | 08:48:31 WIB
Ratusan ruang kelas rusak di Lampung menjadi dasar program revitalisasi 140 SMA dan SMK pada 2026.

BANDAR LAMPUNG — Angka tersebut terpantau dari portal data pendidikan Kemendikdasmen pada Rabu (12/8/2026). Dari total kerusakan itu, ruang kelas dengan kategori rusak ringan mencapai 17.992 unit dan rusak sedang 16.320 unit. Kondisi ini memicu langkah konkret pemerintah, salah satunya melalui program revitalisasi yang menyasar 140 sekolah jenjang SMA dan SMK di 15 kabupaten/kota se-Lampung.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Lampung, Thomas Amirico, memastikan seluruh pekerjaan revitalisasi pada 140 sekolah tersebut menggunakan anggaran 2026 dan ditargetkan rampung pada tahun yang sama. "Tahun ini harus selesai. Setelah anggaran turun, harus selesai. Tidak boleh melewati tahun anggaran," ujarnya, Sabtu (8/8/2026).

Kerusakan Terbanyak Ada di Jenjang SD

Kemendikdasmen mencatat jenjang sekolah dasar (SD) menjadi penyumbang kerusakan terbesar. Total 27.832 unit ruang kelas SD di Lampung dilaporkan rusak, terdiri dari 11.187 unit rusak ringan, 11.361 unit rusak sedang, dan 5.284 unit rusak berat. Sementara itu, hanya 13.753 unit ruang kelas SD yang tercatat dalam kondisi baik.

Untuk jenjang SMP, total ruang kelas rusak mencapai 8.430 unit. Rinciannya, 3.826 unit rusak ringan, 3.279 unit rusak sedang, dan 1.325 unit rusak berat. Adapun ruang kelas SMP yang kondisinya baik berjumlah 6.530 unit.

Prioritas Perbaikan untuk Bangunan Rusak di Atas 70 Persen

Thomas menjelaskan, penetapan sekolah penerima bantuan revitalisasi dilakukan berdasarkan data pokok pendidikan (Dapodik) dan tingkat kerusakan sarana prasarana. "Sekolah dengan tingkat kerusakan bangunan di atas 70 persen menjadi salah satu prioritas dalam pelaksanaan program revitalisasi. Data tersebut terekam di pusat sehingga menjadi dasar untuk mendapatkan bantuan pemerintah," katanya.

Pelaksanaan revitalisasi disebutkan tidak hanya mencakup perbaikan bangunan utama sekolah. Program ini juga mencakup pembangunan ruang kelas baru (RKB), laboratorium, ruang guru, hingga perbaikan toilet. "Di tingkat sekolah juga dibentuk kelompok kerja atau panitia pembangunan yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan kegiatan," imbuh Thomas.

13 Sekolah di Bandar Lampung Sudah Terima Bantuan

Di Kota Bandar Lampung, sebanyak 13 sekolah telah dipastikan mendapat program revitalisasi dari Kemendikdasmen. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bandar Lampung, Abdillah Makhmud, menyebut jumlah tersebut masih berpotensi bertambah hingga akhir tahun.

"Untuk saat ini program revitalisasi ada 13 sekolah, diantaranya 11 sekolah dasar (SD) dan dua sekolah menengah pertama (SMP)," ucapnya. Sebagian sekolah sudah mulai melaksanakan pekerjaan, sementara lainnya masih dalam tahapan bimbingan teknis (Bimtek) dan menunggu pencairan anggaran.

Program revitalisasi ini merupakan kebijakan pemerintah pusat yang menggantikan skema Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk rehabilitasi sarana dan prasarana sekolah. Melalui skema baru ini, sekolah dapat mengusulkan perbaikan berbagai fasilitas pendidikan hingga bangunan pendukung pembelajaran lainnya.

Pengawasan Ketat agar Pekerjaan Tuntas Tepat Waktu

Pemerintah daerah memastikan pengawasan terhadap pelaksanaan revitalisasi berjalan ketat meskipun pengelolaan anggaran dilakukan langsung oleh sekolah. "Saya sudah meminta jajaran untuk memonitor, baik pada awal pembangunan maupun progres setelah pembangunan berjalan," tegas Thomas.

Apabila ditemukan pekerjaan yang tidak sesuai dengan ketentuan, pemerintah daerah akan memberikan teguran. "Jadi, sekolah yang dapat bantuan revitalisasi tahun ini fisiknya harus selesai," pungkasnya.

Reporter: Teguh Prasetyo
Sumber: kupastuntas.co This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top