BANDAR LAMPUNG — Optimalisasi penerimaan pajak menjadi strategi utama Bapenda Kota Bandar Lampung dalam mendukung target pendapatan daerah yang sedang dibahas bersama DPRD setempat. Angka tersebut naik sekitar 27,5 persen dari target sebelumnya.
Kepala Bapenda Kota Bandar Lampung, Yusnadi Ferianto, menyebut salah satu fokus utama yang kini digenjot adalah sektor PBB. Langkah ini ditempuh untuk memastikan realisasi pendapatan berjalan sesuai proyeksi di tengah kebutuhan belanja daerah yang terus meningkat.
Dalam Perubahan APBD 2026, pemerintah kota memproyeksikan pendapatan daerah mencapai sekitar Rp2,99 triliun. Angka ini menjadi dasar bagi Bapenda untuk menyusun strategi penagihan yang lebih agresif dibandingkan tahun sebelumnya.
Kenaikan target tersebut, menurut Yusnadi, menuntut adanya percepatan dan perluasan basis penerimaan pajak. Selain PBB, sektor pajak lainnya juga akan dioptimalkan melalui pendataan ulang dan penagihan yang lebih intensif.
Pajak Bumi dan Bangunan menjadi perhatian utama karena potensinya yang besar dan wajib pajaknya tersebar di seluruh kecamatan. Bapenda akan memperketat pengawasan pembayaran serta menjaring objek pajak baru yang belum tercatat.
“Optimalisasi penerimaan pajak menjadi strategi utama untuk mendukung target pendapatan daerah yang diproyeksikan mencapai sekitar Rp2,99 triliun,” kata Yusnadi Ferianto, Selasa (4/8/2026).
Hingga saat ini, angka target tersebut masih dalam tahap pembahasan bersama DPRD Kota Bandar Lampung. Hasil pembahasan akan menentukan postur final APBD sekaligus menjadi acuan bagi seluruh perangkat daerah dalam merealisasikan program kerja.
Bapenda berharap pembahasan segera tuntas agar proses penagihan pajak dapat berjalan tanpa hambatan administrasi. Langkah ini dinilai krusial untuk menjaga likuiditas kas daerah sepanjang tahun anggaran berjalan.