Investasi Lampung Capai Rp7,03 Triliun di Semester I 2026, Proyek Bioetanol Rp2,5 Triliun dari PTPN Segera Groundbreaking

Penulis: Teguh Prasetyo  •  Minggu, 02 Agustus 2026 | 19:40:31 WIB
Realisasi investasi Lampung pada semester I 2026 tercatat mencapai Rp7,03 triliun atau 43,4 persen dari target tahunan.

BANDAR LAMPUNG — Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Lampung mencatat realisasi investasi semester I 2026 mencapai Rp7,03 triliun. Capaian itu setara 43,4 persen dari target investasi tahun ini yang dipatok Rp16,2 triliun.

Angka tersebut terkumpul dari akumulasi triwulan I sebesar Rp2,3 triliun dan triwulan II yang melonjak menjadi Rp4,6 triliun. Pada periode April-Juni, Penanaman Modal Asing (PMA) menyumbang Rp1,3 triliun, sementara Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mendominasi dengan Rp3,3 triliun.

Lonjakan Triwulan II Jadi Penopang Target Akhir Tahun

Kepala DPMPTSP Lampung, Sumsurijal, mengungkapkan bahwa meski ekonomi global dan nasional belum pulih sepenuhnya, tren investasi di daerah menunjukkan akselerasi. Ia menegaskan realisasi triwulan II yang hampir dua kali lipat dari triwulan pertama menjadi modal utama untuk mengejar target Rp16,2 triliun hingga Desember 2026.

"Kalau digabungkan, realisasi investasi semester pertama mencapai sekitar Rp7 triliun atau 43,4 persen dari target investasi tahun ini," kata Sumsurijal, Rabu (29/7/2026).

Industri Makanan Masih Jadi Primadona, Pertambangan Susul

Dari sisi sektor, industri makanan tetap menjadi penyumbang terbesar dengan nilai investasi Rp1,806 triliun. Disusul jasa lainnya sebesar Rp1,330 triliun dan pertambangan yang menembus Rp1,018 triliun.

Data DPMPTSP juga mencatat sektor transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi menarik dana Rp680,6 miliar. Sementara itu, sektor perdagangan dan reparasi merealisasikan investasi sekitar Rp476,8 miliar.

Ekosistem Bioetanol Rp2,5 Triliun: Lokasi di Natar dan Tegineneng

Pemerintah Provinsi Lampung bersama PTPN telah menyiapkan dua lokasi untuk pembangunan ekosistem bioetanol, yakni di Rejosari, Natar, dan Tegineneng. Rencananya, proyek ini akan segera ditandai dengan peletakan batu pertama oleh pemerintah pusat.

"Insyaallah dalam waktu dekat akan dilakukan groundbreaking oleh pemerintah pusat. Kalau investasi ini terealisasi tahun ini, nilainya diperkirakan sekitar Rp2,5 triliun," ujar Sumsurijal.

Strategi Gubernur: Kepastian dan Alternatif Investasi Terbaik

Di tengah ketidakpastian ekonomi, Pemprov Lampung gencar memberikan jaminan kepada calon investor. Arahan Gubernur menegaskan Lampung sebagai wilayah alternatif terbaik untuk berinvestasi, khususnya pada 2026.

"Pak Gubernur terus mengarahkan agar para investor yakin Lampung menjadi salah satu wilayah alternatif terbaik untuk berinvestasi," katanya menambahkan.

Reporter: Teguh Prasetyo
Sumber: radarlampung.disway.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top